Menata Kata, Menata Diri: Catatan dari Kelas Bahasa Indonesia

INTIinspira-Memasuki semester II, aku merasa lebih siap dibandingkan saat menjalani semester I. Pengalaman pada semester sebelumnya menjadi pelajaran yang cukup berharga bagiku. 

Nilai yang kuperoleh saat itu tidak memuaskan karena aku sering tidak mengikuti perkuliahan dan menganggap kehadiran bukanlah hal yang terlalu berpengaruh.

Namun, kenyataannya justru berbeda. Nilai yang kudapat menurun, bahkan lebih rendah dibandingkan banyak teman sekelasku. Aku merasa sangat terpukul. Rasanya seperti mimpi buruk ketika melihat hasil tersebut, tetapi itulah kenyataan yang harus kuterima.

Memasuki semester II, aku pun bertekad untuk menjalani perkuliahan dengan lebih serius dan fokus. Aku tidak ingin kesalahan yang sama terulang kembali. 

Bagiku, semester I menjadi pelajaran sekaligus peringatan bahwa aku harus lebih rajin, lebih bertanggung jawab, dan tidak boleh lagi menganggap remeh proses belajar.

Hari Sabtu pertama di semester II menjadi awal perjalananku mengenal mata kuliah Bahasa Indonesia di bangku kuliah. Sebelumnya, aku mengira pelajaran Bahasa Indonesia hanya dipelajari hingga jenjang SMA. Aku tidak pernah membayangkan bahwa mata kuliah ini akan kembali kutemui di perguruan tinggi.

Sebelum belajar bersama Bapak Arizul Suwar, aku belum memahami apa yang membuat Bahasa Indonesia begitu penting untuk dipelajari. 

Berdasarkan pengalamanku selama sekolah, pelajaran ini terasa seperti pengulangan materi yang sudah pernah diajarkan sebelumnya. Karena itu, aku tidak memiliki ekspektasi khusus ketika mengikuti perkuliahan pertamanya.

Namun, seiring berjalannya waktu, pandanganku mulai berubah. Aku menemukan bahwa Bahasa Indonesia di perguruan tinggi bukan sekadar tentang membaca dan menulis, melainkan juga tentang bagaimana menyampaikan gagasan secara jelas, logis, dan mudah dipahami oleh orang lain.

Dalam perkuliahan, kami mempelajari berbagai materi, mulai dari struktur teks, kalimat efektif, penggunaan PUEBI, hingga cara memahami sebuah bacaan. 
Dari materi kalimat efektif, aku belajar bahwa tulisan yang baik tidak harus panjang, tetapi harus jelas dan tepat sasaran. 

Sementara itu, materi PUEBI membuatku memahami bahwa aturan penulisan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting yang menentukan kualitas sebuah tulisan.

Salah satu materi yang paling menarik bagiku adalah membaca efektif dan memahami teks. Dari materi tersebut, aku mulai menyadari bahwa membaca bukan hanya sekadar melihat deretan kata, tetapi juga memahami informasi, menangkap gagasan, dan menemukan makna yang ingin disampaikan penulis.

Selain itu, materi tentang diksi, nuansa kata, dan tesaurus membuka pemahamanku tentang pentingnya memilih kata yang tepat.

Salah satu pengalaman yang paling membekas selama mengikuti perkuliahan Bahasa Indonesia adalah ketika mendapat tugas membuat resensi buku. 

Awalnya, tugas tersebut terasa cukup berat karena mengharuskanku membaca sebuah buku terlebih dahulu. Sebagai seseorang yang tidak terlalu gemar membaca, aku sempat merasa kesulitan untuk memulainya.

Namun, tanpa kusadari, tugas itu justru menjadi titik awal perubahan kebiasaanku. Aku mulai belajar membaca dengan lebih teliti, mencari gagasan utama, dan memahami isi buku secara menyeluruh. 

Perlahan, kegiatan yang sebelumnya terasa membosankan mulai dapat kunikmati karena aku mengetahui hal-hal penting yang perlu diperhatikan saat membaca.

Dari berbagai materi yang dipelajari, aku semakin memahami bahwa Bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan mahasiswa. 

Kemampuan berbahasa yang baik tidak hanya membantu dalam berkomunikasi, tetapi juga sangat dibutuhkan saat menyusun makalah, mengerjakan tugas kuliah, maupun menulis karya akademik lainnya.

Pemahaman itu semakin bertambah ketika Bapak Arizul Suwar mengajarkan materi tentang penulisan sesuai kaidah PUEBI. 

Sebelumnya, aku belum benar-benar memahami penggunaan tanda baca, seperti titik dan koma, maupun berbagai aturan penulisan lainnya. Aku sering menulis tanpa memperhatikan apakah penulisannya sudah sesuai atau belum.

Setelah mempelajari materi tersebut, aku menyadari bahwa tulisan yang baik tidak hanya bukan semata tentang isi yang menarik, tetapi juga oleh ketepatan cara penyampaiannya. Pengetahuan itu sangat membantu ketika menyusun makalah dan berbagai tugas perkuliahan. 

Aku menjadi lebih teliti dalam memilih kata, menyusun kalimat, serta menggunakan tanda baca dengan tepat agar tulisan lebih mudah dipahami.

Pengalaman belajar di semester II ini memberikan banyak pelajaran berharga bagiku. Jika pada semester I aku masih sering lalai dan kurang serius dalam mengikuti perkuliahan, maka semester ini mengajarkanku arti tanggung jawab dan pentingnya menghargai setiap proses belajar. 

Aku menyadari bahwa hasil yang baik tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diupayakan melalui kesungguhan dan kedisiplinan.

Aku bersyukur dapat mengikuti perkuliahan Bahasa Indonesia bersama Bapak Arizul Suwar. Melalui bimbingan beliau, aku makin menyadari pentingnya membaca, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan dengan tepat. 

Pengetahuan yang diberikan menjadi bekal berharga yang akan terus kubawa, tidak hanya selama menjadi mahasiswa, tetapi juga dalam kehidupan di masa depan.

Penulis: Selvi Agustina Dewi (Mahasiswi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAI Darul Hikmah Aceh Barat. Ia memiliki minat pada bidang pendidikan anak usia dini dan pengembangan pembelajaran yang kreatif serta edukatif. Penulis dapat dihubungi melalui email: selviagustina2324@gmail.com.)
Foto: Dok. untuk INTIinspira
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Artikel Relevan