Belajar Bahasa Indonesia yang Ternyata Lebih dari Sekadar Tata Bahasa
INTIinspira - Semester dua dimulai dengan suasana yang sedikit berbeda. Pertemuan pertama mata kuliah Bahasa Indonesia masih berlangsung secara daring melalui Zoom bersama dosen pengampu kami, Bapak Arizul Suwar.
Setelah saling memperkenalkan diri, beliau menjelaskan gambaran perkuliahan yang akan kami jalani selama satu semester. Saat itu saya belum membayangkan bahwa mata kuliah ini akan memberikan pengalaman belajar yang cukup berkesan.
Memasuki pertemuan-pertemuan berikutnya, kami mulai mempelajari berbagai materi dasar dalam penulisan. Kami belajar tentang struktur teks dan kalimat efektif agar tulisan menjadi runtut, jelas, dan mudah dipahami.
Setelah itu, kami mendalami Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), mulai dari penggunaan huruf kapital, tanda baca, hingga penulisan kata yang benar. Materi-materi tersebut membuat saya menyadari bahwa menulis ternyata tidak cukup hanya menuangkan ide, tetapi juga membutuhkan ketelitian.
Pembelajaran kemudian berlanjut pada teknik membaca efektif. Saya lalu mulai memahami bahwa membaca rupanya tidak melulu harus dilakukan dari halaman pertama hingga terakhir.
Ada saatnya kita cukup membaca cepat untuk menemukan inti informasi, membaca mendalam ketika ingin memahami suatu konsep, atau membaca santai untuk menikmati sebuah bacaan. Pengetahuan ini ternyata sangat membantu saya ketika mengerjakan berbagai tugas kuliah.
Tidak hanya belajar membaca, kami juga diajak memahami isi teks secara lebih mendalam. Kami belajar menemukan gagasan utama, menyimpulkan isi bacaan, serta menjelaskan kembali informasi menggunakan bahasa sendiri.
Setelah itu, pembahasan berlanjut pada cara memperkaya kosakata, memilih diksi yang tepat, memahami nuansa makna, hingga memanfaatkan tesaurus sebagai alat untuk menemukan kata yang paling sesuai dengan konteks.
Dari setiap materi tersebut saya semakin menyadari bahwa pilihan kata dapat memengaruhi cara pembaca memahami sebuah tulisan.
Perjalanan belajar selama semester ini tentu tidak selalu mudah. Tugas kelompok yang cukup banyak sering kali membuat saya merasa lelah dan pusing. Namun, dibandingkan semester pertama, saya berusaha lebih bersungguh-sungguh mengikuti setiap perkuliahan.
Sesekali saya masih mengalami kesulitan memahami materi, tetapi pak Arizul selalu sabar menjelaskan kembali. Bahkan, beliau sering meluangkan waktu di luar pembelajaran untuk membimbing mahasiswa yang masih belum memahami materi. Kesabaran dan kepedulian beliau menjadi penyemangat bagi saya untuk terus belajar.
Dari semua materi yang kami pelajari, penyusunan resensi buku menjadi bagian yang paling berkesan. Awalnya saya benar-benar tidak memahami bagaimana menyusun sebuah resensi.
Saya bingung menentukan bagian-bagian yang harus ditulis, mulai dari identitas buku, sinopsis, kelebihan, kekurangan, hingga penilaian terhadap isi buku. Namun, setelah Bapak Arizul memberikan penjelasan yang rinci disertai contoh-contoh yang mudah dipahami, perlahan saya mulai mengerti.
Melalui tugas resensi itu, saya belajar membaca buku dengan lebih teliti, memahami isi bacaan secara menyeluruh, lalu menuliskannya kembali menggunakan bahasa sendiri tanpa menghilangkan makna yang disampaikan penulis.
Saya juga belajar memberikan penilaian secara objektif terhadap sebuah karya. Walaupun pada awalnya terasa sulit, akhirnya saya mampu menyelesaikan tugas itu dengan baik.
Pengalaman ini berhasil melatih kemampuan berpikir kritis dan keterampilan menulis yang sangat bermanfaat untuk tugas-tugas kuliah saya berikutnya.
Kini, setelah satu semester berlalu, saya menyadari bahwa mata kuliah Bahasa Indonesia bukan sekadar mempelajari aturan kebahasaan. Mata kuliah ini mengajarkan saya cara berpikir lebih runtut, membaca dengan lebih kritis, serta menulis dengan lebih baik.
Saya berharap dapat terus mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia agar menjadi bekal dalam perjalanan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
Penulis: Jasmani (Mahasiswi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) di STAI Darul Hikmah Aceh Barat. Memiliki minat pada bidang pendidikan anak usia dini dan terus mengembangkan wawasan serta kompetensinya sebagai calon pendidik yang profesional. Penulis dapat dihubungi melalui email jasmani1940@gmail.com)
Foto: Dok. untuk INTIinspira
Setelah saling memperkenalkan diri, beliau menjelaskan gambaran perkuliahan yang akan kami jalani selama satu semester. Saat itu saya belum membayangkan bahwa mata kuliah ini akan memberikan pengalaman belajar yang cukup berkesan.
Memasuki pertemuan-pertemuan berikutnya, kami mulai mempelajari berbagai materi dasar dalam penulisan. Kami belajar tentang struktur teks dan kalimat efektif agar tulisan menjadi runtut, jelas, dan mudah dipahami.
Setelah itu, kami mendalami Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), mulai dari penggunaan huruf kapital, tanda baca, hingga penulisan kata yang benar. Materi-materi tersebut membuat saya menyadari bahwa menulis ternyata tidak cukup hanya menuangkan ide, tetapi juga membutuhkan ketelitian.
Pembelajaran kemudian berlanjut pada teknik membaca efektif. Saya lalu mulai memahami bahwa membaca rupanya tidak melulu harus dilakukan dari halaman pertama hingga terakhir.
Ada saatnya kita cukup membaca cepat untuk menemukan inti informasi, membaca mendalam ketika ingin memahami suatu konsep, atau membaca santai untuk menikmati sebuah bacaan. Pengetahuan ini ternyata sangat membantu saya ketika mengerjakan berbagai tugas kuliah.
Tidak hanya belajar membaca, kami juga diajak memahami isi teks secara lebih mendalam. Kami belajar menemukan gagasan utama, menyimpulkan isi bacaan, serta menjelaskan kembali informasi menggunakan bahasa sendiri.
Setelah itu, pembahasan berlanjut pada cara memperkaya kosakata, memilih diksi yang tepat, memahami nuansa makna, hingga memanfaatkan tesaurus sebagai alat untuk menemukan kata yang paling sesuai dengan konteks.
Dari setiap materi tersebut saya semakin menyadari bahwa pilihan kata dapat memengaruhi cara pembaca memahami sebuah tulisan.
Perjalanan belajar selama semester ini tentu tidak selalu mudah. Tugas kelompok yang cukup banyak sering kali membuat saya merasa lelah dan pusing. Namun, dibandingkan semester pertama, saya berusaha lebih bersungguh-sungguh mengikuti setiap perkuliahan.
Sesekali saya masih mengalami kesulitan memahami materi, tetapi pak Arizul selalu sabar menjelaskan kembali. Bahkan, beliau sering meluangkan waktu di luar pembelajaran untuk membimbing mahasiswa yang masih belum memahami materi. Kesabaran dan kepedulian beliau menjadi penyemangat bagi saya untuk terus belajar.
Dari semua materi yang kami pelajari, penyusunan resensi buku menjadi bagian yang paling berkesan. Awalnya saya benar-benar tidak memahami bagaimana menyusun sebuah resensi.
Saya bingung menentukan bagian-bagian yang harus ditulis, mulai dari identitas buku, sinopsis, kelebihan, kekurangan, hingga penilaian terhadap isi buku. Namun, setelah Bapak Arizul memberikan penjelasan yang rinci disertai contoh-contoh yang mudah dipahami, perlahan saya mulai mengerti.
Melalui tugas resensi itu, saya belajar membaca buku dengan lebih teliti, memahami isi bacaan secara menyeluruh, lalu menuliskannya kembali menggunakan bahasa sendiri tanpa menghilangkan makna yang disampaikan penulis.
Saya juga belajar memberikan penilaian secara objektif terhadap sebuah karya. Walaupun pada awalnya terasa sulit, akhirnya saya mampu menyelesaikan tugas itu dengan baik.
Pengalaman ini berhasil melatih kemampuan berpikir kritis dan keterampilan menulis yang sangat bermanfaat untuk tugas-tugas kuliah saya berikutnya.
Kini, setelah satu semester berlalu, saya menyadari bahwa mata kuliah Bahasa Indonesia bukan sekadar mempelajari aturan kebahasaan. Mata kuliah ini mengajarkan saya cara berpikir lebih runtut, membaca dengan lebih kritis, serta menulis dengan lebih baik.
Saya berharap dapat terus mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia agar menjadi bekal dalam perjalanan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.
Penulis: Jasmani (Mahasiswi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) di STAI Darul Hikmah Aceh Barat. Memiliki minat pada bidang pendidikan anak usia dini dan terus mengembangkan wawasan serta kompetensinya sebagai calon pendidik yang profesional. Penulis dapat dihubungi melalui email jasmani1940@gmail.com)
Foto: Dok. untuk INTIinspira


