Clock

Perempuan dan Pendidikan


Oleh: Tazkirah Khaira

Sesepuh Perempuan Indonesia itu Pintar 
Banyak kisah tentang perempuan-perempuan pintar sejak masa lalu. Salah satu pejuang wanita yang baginya belajar adalah sebuah kesempatan yang perlu dimiliki oleh kaum hawa. Kesempatan belajar bagi kaum perempuan saat itu adalah sebuah kemewahan. 

Kartini mempunyai kemewahan tersebut dan dia memanfaatkan privilege yang ia miliki untuk mendukung perempuan-perempuan Indonesia lainnya agar mempunyai kesempatan yang sama dengannya yaitu menjadi perempuan yang pintar. 

Ribuan tahun yang lalu, sebuah pemahaman baru juga telah dimulai bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk belajar, untuk menjadi mengerti tentang kewajibannya dan hak dan tentunya untuk memahami kebermanfaatannya lahir sebagai perempuan di muka bumi. Bukan hanya sebagai "penghasil" keturunan tetapi juga sebagai sumber ilmu dan pusat peradabanbagi keturunannya. 

Saat ini adagium perempuan pintar telah menjadi senjata untuk menyerang kaum hawa itu sendiri. Bahkan oleh sesama perempuan yang seharusnya membela tetapi menjadi lawan. 

Ketakutan-ketakutan muncul jika menjadi perempuan pintar akan merugikan diri perempuan itu sendiri. Padahal menjadi perempuan pintar bukanlah sesuatu yang menakutkan seperti bualan yang sering muncul dalam masyarakat kita. 

Ketakutan-ketakutan yang muncul menimbulkan keengganan bagi perempuan untuk belajar. Seperti perempuan pintar tidak berniat menikah karena merasa telah mampu bekerja dan punyai mempunyai penghasilan tinggi sehingga mampu untuk hidup mandiri. Atau munculnya pemahaman bahwa laki-laki tidak mau menikah dengan perempuan yang terlalu pintar karena kekhawatiran dengan ego kelaki-lakiannya. 

Padahal menikah dengan perempuan pintar adalah sebuah aset di mana nantinya dalam sebuah pernikahan akan mempunyai anak-anak yang harus dibekali dengan ilmu, adab dan teladan-teladan yang baik. Tentunya semua hal tersebut diperoleh dari perempuan pintar. 

Kewajiban seorang perempuan harus pintar, sebenarnya sudah diajarkan dalam kehidupan Rasulullah. Banyak perempuan pintar di sekelilingnya yang terekam sejarah, karena dianggap berpengaruh dan memberikan bantuan besar bagi perkembangan Islam. Mereka antara lain istri Rasulullah, Khadijah binti Khuwailid. 

Khadijah dikenal sebagai pengusaha sukses yang jujur, berpendidikan, dan selalu mendukung suaminya berdakwah. Kemudian ada Fatimah yang meru pakan anak perempuan Rasulullah. Fatimah yang lembut dan cerdas, menciptakan sebuah pondok sufi dan memberikan ceramah tentang Sahih Al-Bukhari yang dihadiri banyak pelajar. Selain itu ada Aisyah yang juga istri Rasulullah. 

Aisyah merupakan perempuan cerdas dan berpengaruh dalam politik, yang menguasai ilmu fikih, kedokteran dan syair. Sosokperempuan pintar di masa kini salah satunyaadalah Oki Setiana Dewi. Berhijab, cantik danpintar. Itulah yang bakal kamu ketahui saatmelihat sosok Oki Setiana Dewi.

Profil Oki Setiana Dewi
Oki Setiana Dewi merupakan seorang pendakwah, aktris dan juga youtuber. Beliau lahir pada tanggal 13 Januari 1989 di Batam. Oki merupakan kakak dari youtuber terkenal di Indoesia yaitu Ria Ricis yang notabenenya merupakan anak sulung di keluarga Oki. 

Adapun saudara kandung Oki Setiana Dewi yaitu Shyndi Kurnia dan Ria Yunita. Oki merupakan anak dari pasangan Sulyanto dan Yunifah Lismawati. Oki Setiana Dewi menikah dengan Ory Vitrio Abdullah pada tahun 2014 Dalam pernikahnnya tersebut, mereka dikaruniai 4 orang anak yaitu Maryam Nusaibah, Khadeejah Faatimah Abdullah, Ibrahim Muhammad Abdullah dan Sulaiman Abdullah. 

Dalam pernikahanya, mereka tampak harmonis dan tidak ada kabar miring. Sekilas jenjang pendidikan Oki Setiana Dewi: Pada 2012 lalu, Oki Setiana Dewi lulus dari Universitas Indonesia dengan mengantongi gelar S-1. di jurusan Sastra Belanda. Kemudian ia melanjutkan pendidikan 52 di Universitas Negeri Jakarta Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini dan lulus di 2016. 

Belum lama ini, ia bahkan sudah mengantongi gelar Doktor Kajian Islam Konsentrasi dakwah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Menurut Oki, belajar adalah caranya untuk menghibur diri.

Kenapa Perempuan Harus Pintar?
Dari jenjang pendidikan yang sudah ditempuh, ibu muda yang kini berusia 33 tahun itu membuktikan perempuan itu harus pintar. Kenapa perempuan harus pintar? Karena di dalam rumah kita adalah madrasah pertama. "Tugas ibu yang utama adalah mendidik anak. Ibu adalah ujung tombak. 

Tugas ibu memperbaiki, membuat nyaman di rumahnya," kata Oki saat melakukan webinar bertajuk 'Seni Mempersiapkan Generasi Emas Indonesia'belum lama ini.

Hal ini juga diungkapkan oleh seorang penyair, Hafiz Ibrahim, "Al-Ummu madrasatul ula, iza a'dadtaha a'dadta sya'ban thayyibal a'raq." Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik. Dalam konteks inilah Islam menyerukan kepada keluarga khususnya para ibu untuk menjadi sekolah bagi anak-anaknya. 

Menjadi sekolah artinya adalah menjadi perempuan pintar sehingga dapat memberikan pengetahuan kepada anak- anaknya. Oleh karena itu tentunya menjadi perempuan pintar, cerdas, mumpuni adalah sebuah keharusan, karena di tangannya lah sebuah generasi akan lahir menjadi tangguh, kuat, hebat, tidak lemah, berkarakter bahkan menjadi generasi terbaik di zamannya.

Untuk perempuan-perempuan di luar sana, kita punya mimpi. Mewujudkan mimpi adalah hak setiap perempuan. Apalagi jika perempuan tersebut telah mendapatkan pendidikan tinggi, jangan pernah takut untuk menjadi pintar. Dengan pintarmu, memudahkan kamu mendapatkan cinta bukan ketakutan. []
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Artikel Relevan