Clock

No Cash No Worries, Qris Cross Border: Solusi Mudah Transaksi Antar Negara

 

Sumber: Firdha Ustin. Keterangan foto: Wisatawan asal Malaysia membeli produk UMKM di pusat kerajinan tangan rotan Lampuuk, Aceh Besar.

Oleh: Firdha Ustin*

QRIS: Model Digital Payment Zaman Now

“Bisa bayar pakai QRIS gak?” Itulah kata-kata yang mungkin sering kita dengar belakangan ini baik di pasar, lokasi wisata, cafe, pusat perbelanjaan hingga tempat-tempat lainnya yang memungkinkan terjadinya transaksi. Tak asing di telinga, kira-kira apa itu QRIS?

Seiring berkembangnya zaman, ada banyak sekali perubahan dalam lini kehidupan terutama soal perkembangan teknologi. Semua bidang rasanya terus berlomba-lomba memunculkan inovasi terbaiknya demi memaksimalkan segala yang ada.

Terbaru, Bank Indonesia (BI) lagi-lagi kembali meluncurkan inovasi sistem pembayaran keuangan QRIS. QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS (dibaca KRIS) merupakan sistem teknologi pembayaran digital.

Terobosan transaksi pembayaran digital praktis ini telah diadopsi oleh BI sejak  tahun 2019. QRIS berbasis kode QR yang memungkinkan pelanggan untuk melakukan pembayaran secara mudah, cepat dan aman menggunakan QR code.

QRIS dapat digunakan hanya menggunakan gawai, transaksi pun dapat dengan mudah diselesaikan. Itu sebabnya, alasan tak mau ribet menjadi dorongan masyarakat menggunakan QRIS. Tak heran, per Maret 2023 pengguna QRIS di  Indonesia menjadi primadona dengan total mencapai 32 juta pengguna dengan total 25,4 juta transaksi.

Tak hanya bisa digunakan di dalam negeri saja, QRIS juga bisa kita gunakan di luar negeri dengan fitur QRIS Cross Border. Ini merupakan sistem pembayaran yang digunakan lintas negara menggunakan QR Code. Kehadiran QRIS Cross Border tentu tak lepas dari peran Quick Response Code Indonesia Standard atau QRIS.

Dengan hadirnya QRIS Cross Border, transaksi antar negara tidak perlu lagi mengkonversi atau menukarkan mata uang lagi saat berbelanja di negara yang ingin kamu kunjungi. Simpelnya, kamu cukup dengan memindai kode QR.  Misalnya, pembayaran transaksi yang dilakukan oleh wisatawan asing di Indonesia dapat dilakukan dengan memindai QRIS merchant Indonesia dengan menggunakan aplikasi pembayaran antar negaranya.

Sebaliknya, pembayaran atas transaksi wisatawan Indonesia dapat dilakukan dengan memindai QR standard negara yang dikunjunginya dengan menggunakan aplikasi pembayaran Indonesia.

Sumber: Bank Indonesia

Saat ini, QRIS antar negara sudah bisa digunakan di Thailand dan Malaysia. Kabarnya QRIS Singapura dan QRIS Jepang pun akan segera menyusul.

Dalam transaksi belanja, wisatawan asing hanya perlu melakukan scan kode QR yang tersedia di toko, kemudian melakukan pembayaran melalui aplikasi mobile banking yang dimilikinya.

QRIS memungkinkan wisatawan asing melakukan transaksi belanja di Indonesia dengan lebih mudah tanpa perlu menukarkan mata uang asing dan tanpa perlu khawatir mengalami kesulitan dalam menggunakan sistem pembayaran yang berbeda dengan negaranya.

Ekonomi Menguat dari Penggunaan QRIS di kalangan Wisatawan

Tentunya dengan hadirnya QRIS, pengusaha di bidang perdagangan juga akan lebih mudah dalam menarik minat wisatawan asing untuk berbelanja di toko mereka.

Selain itu, QRIS juga memungkinkan pengusaha untuk melakukan transaksi dengan lebih cepat, aman dan terintegrasi dengan sistem pembayaran digital lainnya.

Kesimpulannya, QRIS merupakan solusi pembayaran digital yang tepat bagi wisatawan asing saat berbelanja di Indonesia atau wisatawan Indonesia yang tengah berkunjung keluar negeri. Dengan adanya QRIS, transaksi pembayaran menjadi lebih mudah, cepat dan aman bagi wisatawan asing dan pengusaha perdagangan. Oleh karena itu, penting bagi pengusaha di bidang perdagangan untuk segera mengadopsi QRIS sebagai salah satu sistem pembayaran di toko mereka.

QRIS Dukung Pariwisata Halal di Aceh Meningkat

Adanya konektivitas pembayaran kawasan, diharapkan dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan terus mendukung pertumbuhan ekonomi di suatu daerah yang lebih inklusif.

Lantas, bagaimana bisa dengan hadirnya QRIS Cross Border dapat mendukung pariwisata halal di Aceh?

Data per September 2023 dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia paling banyak mengunjungi Indonesia pada Juli 2023. Satu diantara daerah favorit yang dikunjungi wisman Malaysia adalah Aceh. Provinsi paling barat Indonesia ini menyimpan berjuta kekayaaan alam dan pesona keindahan laut teritorialnya.

Hadir dengan tagline konsep “Wisata Halal” sehingga menjadi daya jual tersendiri. Aceh sudah sejak lama menawarkan konsep “Wisata Halal” sehingga menjadi daya jual di bumi Serambi Mekkah.

Beberapa alasan wisman Malaysia berkunjung ke Aceh karena menurutnya Aceh memiliki ciri khas tersendiri untuk dikunjungi di samping kedua daerah ini memiliki hubungan erat, kesamaan agama, budaya hingga romantisme sejarah.

Naiknya kunjungan wisatawan dari negeri Jiran ke Aceh tentu menjadi angin segar untuk kemajuan pariwisata Aceh semakin dikenal dunia.

Wisman Malaysia juga tak perlu lagi mengkonversikan uang ke rupiah jika ingin berwisata ke Aceh, cukup dengan mengubah metode pembayaran, turis sudah bisa bertaransaksi melalui fitur QRIS Cross Border yang bisa digunakan wisatawan jika ingin bertransaksi saat vakansi ke Indonesia khususnya di Aceh.

Berbicara soal peningkatan sektor pariwisata hingga transaksi UMKM dengan hadirnya QRIS Cross Border tentu sangat berdampak. Dengan hadirnya QR Cross-border, dapat meningkatkan transaksi UMKM karena memudahkan konsumen mancanegara untuk bertransaksi saat membeli produk khas lokal untuk buah tangan dan sebagainya.

Contoh yang paling melekat adalah penjualan produk oleh-oleh yang berada di kawasan pasar Aceh, jika dilihat lebih jeli, saat ini sudah banyak penjual sektor makanan oleh-oleh dari UMKM menyediakan sistem pembayaran QRIS baik itu QRIS dinamis dan QRIS statis yang terletak di atas meja kasir.

Dengan adanya QRIS Cross Border, wisatawan yang datang tak perlu ragu lagi bertransaksi. Terpantau saat ini banyak lokasi wista di Aceh menggunakan sistem pembayaran QRIS, misalnya wisata pantai di Lampuuk, Banda Seafood di Ulhe Lhue, Maha Corner di Lampuuk, situs Museum Tsunami di pusat Kota Banda Aceh, Sunset Surf di Pantai Lampuuk kdan masih banyak lagi.

Tentu dengan adanya implementasi kerjasama konektivitas pembayaran ini, sehingga diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi serta mendorong ekosistem ekonomi dan keuangan kawasan yang lebih inklusif. 

Begitu juga jika kita ingin bepergian ke luar negeri. Lewat efisiensi yang ditawarkan, QR Cross-border diharapkan juga dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi di berbagai sektor.

Terakhir sebagai kesimpulan, atas inisiatif Bank Indonesia dalam hal mewujudkan konektivitas sistem pembayaran dengan bank sentral lain di Kawasan ASEAN diharapkan dapat terus mendukung pembayaran yang lebih cepat, murah, transparan dan inklusif, "QRISnya satu, menangnya banyak!" (*)

*Participant of BI Digital Content Competition 2023

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Artikel Relevan