Clock

Menumbuhkan, Merawat dan Menjaga Semangat



Oleh: Maysarah*

   Mendengar kata-kata semangat atau kalimat "semangat ya!" Atau "Harus semangat, pasti bisa". Baik untuk diri sendiri, orang tersayang, orang tua untuk anaknya, guru untuk muridnya dan seterusnya. Tentu kata itu adalah bentuk energi positif yang masuk dalam pikiran dan berdampak pada tindakan. Kata dan kalimat semangat dapat berupa ucapan atau tulisan, terkadang sangat besar pengaruhnya bagi siapa saja yang butuh atau sedang hilang semangat bahkan patah semangat.

  Menurut KBBI, semangat diartikan juga kekuatan hidup, kegembiraan dan gairah hidup berjiwa pejuang dan memiliki kemauan. Menurut Hasibuan dalam bukunya yang berjudul  Organisasi dan Motivasi menyebutkan definisi semangat yaitu keinginan dan kesungguhan seseorang melakukan setiap tindakan baik pekerjaannya dan hal positif lainnya dengan baik dan disiplin yang dapat berupa potensi dalam menimblkan, menghidupkan, dan menumbuhkan tingkat keinginan yang tinggi.

   Penulis juga mengamati setiap lini kehidupan masyarakat sekitar memang harus orang-orang yang masih diberikan kesempatan hidup oleh Sang Maha Kuasa sudah seyogyanya untuk menjaga semangat.  Seperti para petani di sawah mereka sangat semangat berangkat di pagi hari dengan membawa cangkul dan peralatan sawah dengan penuh semangat dengan harapan sawah tersebut dapat digarap dengan baik dan menghasilkan panen yang baik juga. Atau melihat para penjual jajanan di kantin atau pedagang di pasar, mereka semangat dalam menjajakan dagangannya karena ada harapan ada nafkah yang dibawa pulang untuk keluarganya di rumah. Atau para guru yang bersemangat untuk mengajar murid-muridnya untuk mencerdaskan generasi bangsa. Bahkan juga pelajar yang juga harus bersemangat dalam belajar dengan  harapan mendapatkan ilmu yang dan membahagikan orang tua di rumah. Ternyata setelah hal tersebut diamati, maka penulis melihat ada sebuah kata yang bernama Harapan. Harapan dalam hal ini bukan atau dimaksudkan dalam makna negatif. Tapi semangat yang yang berkumpul dan menjalani kehidupan dengan harapan dan target dapat dicapai.

   Sebagai manusia biasa tentu semua orang pernah berada pada titik jenuh atau bosan. Namun yang paling ditakutkan adalah putus asa karena kehilangan semangat hidup. Banyak faktor yang menyebabkan semangat pudar atau hilang. Mungkin jika bagi pada murid mereka tidak bersamangat jika mereka tidak paham pelajaran, atau karena sering dimarahi, bagi remaja salah satu contoh hilang semangat karena keinginan tidak bisa didapatkan atau tidak sesuai dengan harapan,  bagi orang dewasa pun tentu ada  yang membuat diri dan suasana hati tidak bersemangat, baik karena persoalan pribadi, persoalan hati, atau lingkungan sekitar. 

   Namun hal itu tidak boleh dibiarkan berlarut larut hingga menjadi sebuah ancaman buruk bagi kehidupan seseorang. Jika tidak segera diatasi akan berdampak fatal, misalnya bagi orang-orang yang kehilangan semangat hidup karena sebab apapun bisa jadi akan terjerumus pada pilihan yang salah misalnya pilihan mengakhiri hidup.

   Seperti kalimat yang penulis renungi yang disampaikan oleh Fahrudin Faiz pada kanal Youtubenya yang berjudul Tetaplah Optimis, Masih Ada Harapan  menjelaskan suatu nasehat yang pada dasarnya seburuk apa pun keadaanmu, seberat apa pun masalahmu, dan sehancur apapun rencana dan cita-citamu yang gagal, masih ada seribu alasan untuk terus memiliki harapan baru dan pasti ada jalannya untuk menempuh kehidupan baru dengan semangat baru bahkan target baru dengan optimis hasil akan lebih baik.

  Dalam merawat semangat juga kita harus yakin dengan firman Allah dalam Surat Ali Imran Ayat 139 yang artinya: Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman. (QS. Ali Imran: 139). Makna ayat tersebut yakni  tidak boleh terlalu bersikap lemah ketika mendapat ujian hidup ataupun bersedih hati karena yakin bahwa Allah sedang merencanakan dan memberikan yang lebih baik daripada yang kamu rencanan. Selanjutnya pada Surat Yusuf Ayat 87 tentang Larangan Berputus Asa yang artinya: Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir. (QS. Yusuf: 87). Makna ayat tersebut yakni larangan untuk berputus atas dalam menjalani hidup. Seorang muslim harus memiliki sifat optimistis dan terus memotivai diri agar menjadi lebih baik.

   Oleh karena itu semangat harus selalu ditumbuhkan, jika keadaan sedang lemah dan terpuruk maka segeralah bangkit dan tidak boleh berputus asa, karena hidup selama masih ada harapan dan cita-cita serta keyakinan pada sang maha pencipta, maka semuanya akan berjalan lebih baik dengan selalu merawat dan menjaga semangat. quotes dari penulis: Jika kamu tidak tau lagi apa yang bisa kamu genggam dalam hidup ini, maka genggamlah sebuah kata dan prinsip semangatlah! Kemudian ikatlah  dalam hati jiwa dan ragamu  agar kamu tetap mampu bertahan walau dunia mengatakan tidak.

* Mahasiswa PBA Pascasarjana UIN Ar-Raniry/Pengajar di Dayah Darul Ihsan Banda Aceh.

Baca artikel menarik lainnya di Buletin INTIinspira
Download secara gratis melalui link berikut

















Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Artikel Relevan