Betrand Russel: Tentang Ketidakbahagiaan dan Kebahagiaan
Ada dua motif untuk membaca sebuah buku: pertama, Anda menikmatinya; kedua Anda bisa membanggakan diri (hlm. 54)INTIinspira - Nama Betrand Russell pertama kali aku tahu, ketika melihat bukunya yang begitu tebal berjudul Sejarah Filsafat Barat. Buku tersebut menguraikan gagasan-gagasan filsuf dari zaman Yunani hingga modern.
Russel sendiri sebenarnya termasuk sebagai filsuf yang tergolong dalam aliran filsafat analitik.
Dalam buku The Conquest of Happiness; Menggapai Kebahagiaan, Russel menjelaskan cara-cara mencapai kebahagiaan, dengan menyoroti berbagai hal, dari diri sendiri, pekerjaa, keluarga.
Dalam buku The Conquest of Happiness; Menggapai Kebahagiaan, Russel menjelaskan cara-cara mencapai kebahagiaan, dengan menyoroti berbagai hal, dari diri sendiri, pekerjaa, keluarga.
Bagian ini dimula dengan Ketidakbahagiaan, menjelaskan apa-apa saja yang membuat seseorang tidak bahagia.
Situasi sosial membuat orang-orang tidak bahagia, situasi ekonomi yang semakin terpuruk membuat orang-orang akhirnya jatu pada pesimis, terlebih ketika melihat penguasa tak habisnya korupsi.
Situasi sosial membuat orang-orang tidak bahagia, situasi ekonomi yang semakin terpuruk membuat orang-orang akhirnya jatu pada pesimis, terlebih ketika melihat penguasa tak habisnya korupsi.
Bagian ini terasa familiar jika dikontekskan di Indonesia, bila melihat pejabat yang tak habisnya korupsi, malah membuat masyarakat menjadi tidak bahagia, apalagi ekonomi yang semakin terpuruk, membuat kebahagiaan tidak terasa.
Russel menambahkan juga perilaku pendeta yang lebih memperdulikan uang dibanding penyembuhan jiwa kepada umat terjadilah fenomena pendeta yang mengejar harga diri, kemesuman, dan kerakusan.
Russel menambahkan juga perilaku pendeta yang lebih memperdulikan uang dibanding penyembuhan jiwa kepada umat terjadilah fenomena pendeta yang mengejar harga diri, kemesuman, dan kerakusan.
Barangkali ini bisa dikontekskan di Indonesia, saat kita melihat pemuka agama cenderung mempermewah diri, dan Pesantren malah menjadi tempat terjadi kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum pemuka agama, bahkan ormas agama rela tunduk pada penguasa demi sebuah tambang. Hal itu tentu saja, membuat masyarakat menjadi tambah tidak bahagia.
Sumber ketidakbahagiaan adalah kompetitif, kita merasa tertinggal dengan orang di sekitar kita saat melihat mereka lebih sejahtera, lebih kaya, memiliki istri cantik, dan anak-anak yang baik. Hal tersebut menumbuhkan kompetitif.
Di era sekarang ini perasaan kompetitif itu muncul kala media sosial memfasilitasi dengan memperlihatkan orang-orang sukses di sekitar yang membuat perasaan kompetitif semakin mengejala dan menimbulkan ketidakbahagiaan.
Selanjutnya yang membuat tidak bahagia adalah rasa jenuh, saat kita tidak melakukan apa-apa hanya berdiam diri saja, maka membuat munculnya rasa ketidakbahagiaan, perasaan gairah dari aktivitas yang kita lakukan adalah cara untuk meraih kebahagiaan, jika kita tidak merasakan kegairahan dan cenderung jenuh, maka yang muncul adalah ketidakbahagiaan.
Berikutnya adalah rasa lelah, saat lelah fisik terjadi itu bagus untuk kebahagiaan karena membuat tidur lebih lelap, namun akan jadi masalah jika berlebihan.
Begitupun dengan kecemasan berlebihan akan membuat perasaan lebih lelah, Russel menceritakan pengalamannya soal ceramah yang ia lakukan, namun memikirkan apakah ceramahnya baik atau jelek, sehingga membuat sarafnya menegang, tapi setelah Russel tidak peduli apakah ceramahnya baik atau jelek, dunia akan tetap sama, hal tersebut menghilangkan ketegangan di sarafnya.
Sumber ketidakbahagiaan adalah kompetitif, kita merasa tertinggal dengan orang di sekitar kita saat melihat mereka lebih sejahtera, lebih kaya, memiliki istri cantik, dan anak-anak yang baik. Hal tersebut menumbuhkan kompetitif.
Di era sekarang ini perasaan kompetitif itu muncul kala media sosial memfasilitasi dengan memperlihatkan orang-orang sukses di sekitar yang membuat perasaan kompetitif semakin mengejala dan menimbulkan ketidakbahagiaan.
Selanjutnya yang membuat tidak bahagia adalah rasa jenuh, saat kita tidak melakukan apa-apa hanya berdiam diri saja, maka membuat munculnya rasa ketidakbahagiaan, perasaan gairah dari aktivitas yang kita lakukan adalah cara untuk meraih kebahagiaan, jika kita tidak merasakan kegairahan dan cenderung jenuh, maka yang muncul adalah ketidakbahagiaan.
Berikutnya adalah rasa lelah, saat lelah fisik terjadi itu bagus untuk kebahagiaan karena membuat tidur lebih lelap, namun akan jadi masalah jika berlebihan.
Begitupun dengan kecemasan berlebihan akan membuat perasaan lebih lelah, Russel menceritakan pengalamannya soal ceramah yang ia lakukan, namun memikirkan apakah ceramahnya baik atau jelek, sehingga membuat sarafnya menegang, tapi setelah Russel tidak peduli apakah ceramahnya baik atau jelek, dunia akan tetap sama, hal tersebut menghilangkan ketegangan di sarafnya.
Seringkali kita mencemaskan padah hal yang tak perlu dicemaskan, dan itupun akhirnya jadi sumber ketidakbahagiaan.
Iri hati atau ketidaksenangan melihat orang lain melebihi kita adalah sumber ketidakbahagiaan, rasa iri hati muncul ketika melihat seseorang melebihi atas pencapaian kita.
Iri hati atau ketidaksenangan melihat orang lain melebihi kita adalah sumber ketidakbahagiaan, rasa iri hati muncul ketika melihat seseorang melebihi atas pencapaian kita.
Seorang dosen akan merasa iri saat melihat ada dosen yang lebih baik dibanding dirinya, seorang sastrawan akan merasa iri hati saat melihat ada sastrawan lainnya yang meraih penghargaan. Ini lah yang mengunci rasa ketidakbahagiaan.
Adapun yang membuat seseorang bahagia adalah gairah hidup, yakni melakukan aktivitas yang membuat kita senang menjalani hidup, hal-hal sederhana seperti membaca buku, merawat tanaman, atau pun berolahraga.
Adapun yang membuat seseorang bahagia adalah gairah hidup, yakni melakukan aktivitas yang membuat kita senang menjalani hidup, hal-hal sederhana seperti membaca buku, merawat tanaman, atau pun berolahraga.
Adanya gairah ini akan menumbuhkan kebahagiaan, minat seperti membaca buku akan lebih menyenangkan dibanding orang yang tidak membaca buku, karena ada pengetahuan yang hanya bisa didapat dari membaca buku.
Kehangatan cinta adalah sumber kebahagiaan, perasan dicintai menjadikan seseorang merasa bahagia, dalam cinta ada kasih sayang, tapi kasih sayang sendiri terbagi dua, pertama kasih sayang yang berasal dari gairah dan yang kedua kasih sayang karena perasaan takut.
Kehangatan cinta adalah sumber kebahagiaan, perasan dicintai menjadikan seseorang merasa bahagia, dalam cinta ada kasih sayang, tapi kasih sayang sendiri terbagi dua, pertama kasih sayang yang berasal dari gairah dan yang kedua kasih sayang karena perasaan takut.
Kasih sayang pertama adalah merupakan kasih sayang yang membahagiakan, sedangkan yang kedua menjadikan kasih sayang hanya sebagai penghiburan.
Sumber kebahagiaan selanjutnya adalah keluarga, adanya ayah, ibu, dan anak telah membentuk bagaimana perasaan bahagian, tapi hubungan anak dan orang tua, atau orang tua dan anak seringkali malah jadi sumber ketidakbahagiaan, padahal keluarga penting untuk menumbuhkan kebahagiaan.
Dalam agama seringkali juga terdapat doktrik “banyak anak, banyak rezeki”, tapi tidak memperhatikan kebahagiaan anak, yang bahkan lahir dalam situasi miskin. Negara seringkali membiarkan masyarakat untuk terus miskin dan bodoh, untuk mudah ditundukkan.
Terakhir adalah pekerjaan, memiliki pekerjaan itu lebih membahagiakan dibanding menganggur meskipun pekerjaan tersebut membosankan. Karena memiliki waktu luang untuk bekerja adalah suatu hal yang membahagiakan.
Ada hal menarik dari pernyataan Russel menurutnya pekerjaan sebagai ilmuwan lebih cenderung bahagia dibanding pekerjaan seniman, karena ilmuwa berfokus pada kerja-kerja mereka di laboraturium atau lapangan penelitian sehingga pekerjaannya berkontak langsung dengan masyarakat.
Sedang seniman banyak menghabiskan waktu dengan kesendirian sehingga muncul rasa ketidakbahagiaan. Maka tak heran juga beberapa seniman malah ada yang mengakhiri hidupnya, karena merasa tidak bahagia.
Penulis: Romario (Dosen IAIN Langsa)
Sumber kebahagiaan selanjutnya adalah keluarga, adanya ayah, ibu, dan anak telah membentuk bagaimana perasaan bahagian, tapi hubungan anak dan orang tua, atau orang tua dan anak seringkali malah jadi sumber ketidakbahagiaan, padahal keluarga penting untuk menumbuhkan kebahagiaan.
Dalam agama seringkali juga terdapat doktrik “banyak anak, banyak rezeki”, tapi tidak memperhatikan kebahagiaan anak, yang bahkan lahir dalam situasi miskin. Negara seringkali membiarkan masyarakat untuk terus miskin dan bodoh, untuk mudah ditundukkan.
Terakhir adalah pekerjaan, memiliki pekerjaan itu lebih membahagiakan dibanding menganggur meskipun pekerjaan tersebut membosankan. Karena memiliki waktu luang untuk bekerja adalah suatu hal yang membahagiakan.
Ada hal menarik dari pernyataan Russel menurutnya pekerjaan sebagai ilmuwan lebih cenderung bahagia dibanding pekerjaan seniman, karena ilmuwa berfokus pada kerja-kerja mereka di laboraturium atau lapangan penelitian sehingga pekerjaannya berkontak langsung dengan masyarakat.
Sedang seniman banyak menghabiskan waktu dengan kesendirian sehingga muncul rasa ketidakbahagiaan. Maka tak heran juga beberapa seniman malah ada yang mengakhiri hidupnya, karena merasa tidak bahagia.
Penulis: Romario (Dosen IAIN Langsa)
Ilustrasi: Quiet Thoughts by the Window/dibuat dengan AI


