45 Hari di Rindam IM: Catatan dari Pendidikan Manajer Koperasi Merah Putih

INTIinspira - Setiap program baru yang dilaksanakan oleh Pemerintah tentunya akan menghadapi pertanyaan dari publik baik mengenai konsep, hal yang ingin dicapai, hingga apa manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat banyak. Salah satunya adalah program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Konstitusi Indonesia mengamanatkan agar perekonomian nasional disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan yang sokogurunya adalah koperasi. Oleh karenanya Presiden Prabowo Subianto mencanangkan kebangkitan ekonomi kerakyatan melalui program KDKMP, semata-mata demi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Saat ini, dari sisi infrastruktur, pembangunan gedung koperasi terus dikebut agar dapat segera beroperasi. Sedangkan dari sisi SDM, terdapat puluhan ribu manajer KDKMP yang sebelumnya dinyatakan lulus seleksi, sedang mengikuti pendidikan bela negara dan manajerial.

Saya sebagai orang yang mengikuti program Bela Negara dan Manajerial di Resimen Induk Daerah Militer Iskandar Muda (Rindam IM), ingin memberikan sudut pandang dari insider yang mengikuti dan mengalami langsung pendidikan tersebut selama 45 hari.

Tulisan ini semata-mata untuk menambah bahan diskursus bagi masyarakat luas dalam menilai apa yang sedang dijalankan oleh Pemerintah dalam pendidikan bela negara dan manajerial bagi manajer KDKMP.

Saya salah satu siswa bela negara dan manajerial yang bergabung dalam peleton 1 Kompi C di Rindam IM. Pengalaman yang saya tulis tentunya berdasarkan apa yang benar-benar saya amati dan alami dari dekat.

Pelaksanaan Pendidikan Bela Negara dan Manajerial dilaksanakan di Rindam Iskandar Muda dari tanggal 17 Juni sampai dengan 31 Juli 2026. Pendidikan tersebut diikuti oleh 1.165 siswa dari berbagai daerah dari mulai dari Aceh, Sumatera Utara hingga Riau.

Rindam IM menerapkan sistem kepemimpinan yang teorinya sering saya dapatkan di bangku kuliah, sistem pengajaran dimulai dengan metode langsung dan kontroling kuat, ketika siswa yang dibina sudah mulai mampu, maka dilepas secara perlahan agar berjalan secara mandiri dan dewasa. Pelatih di Rindam IM sering menyebutnya dengan sistem bertahap, bertingkat dan berlanjut.

Para siswa secara perlahan ditanamkan kebiasaan melaksanakan kegiatan dengan tepat waktu, mulai dari ibadah shalat bagi yang muslim, pembersihan lingkungan, makan, apel, kegiatan belajar, bimbingan khusus hingga tidur semua diatur sedemikian rupa agar siswa siap menjadi pribadi yang lebih baik ketika resmi bertugas menjadi manajer KDKMP.

Pelatih Rindam IM senantiasa berupaya membangun kesadaran diri para siswa untuk melaksanakan semua disiplin kegiatan tanpa perlu dikontrol secara terus-menerus. Hal yang paling saya ingat, Pelatih Rindam IM sangat menekankan para siswa agar tidak mengeluh ketika ditegur, melainkan merasa malu jika ditegur.

Selain itu, pelatih Rindam IM membangun budaya demokrasi yang sangat baik melalui pemerintahan siswa mulai dari Senat, Wali Kompi, Wali Peleton hingga Polisi Siswa, hal tersebut merupakan upaya dari pelatih agar para siswa dapat menjalankan disiplin dengan mandiri dan dewasa sebagaimana adagium demokrasi, dari siswa, oleh siswa, untuk siswa.

Pelatih Rindam IM menekankan bahwasanya para siswa telah memilih pemimpinnya sendiri dengan bebas dan adil, oleh karenanya, para siswa harusnya konsekuen melaksanakan apa yang diatur oleh pemimpinnya sendiri.

Saya pun merasakan perbedaan ketika menerima arahan dari pelatih dibandingkan dengan arahan dari pemerintahan siswa. Saya merasa lebih harus bertanggungjawab ketika mendapatkan arahan dari pemerintahan siswa karena sayalah yang telah memilih mereka untuk mengkoordinasikan seluruh siswa agar sama-sama konsisten menjalankan aturan.

Yang menariknya, selain sistem senat, wali kompi dan wali peleton yang bersifat permanen sampai pendidikan berakhir, terdapat juga sistem sirkulasi kepemimpinan melalui ketua peleton yang berganti setiap hari. Sistem ini mengajarkan para siswa untuk siap memimpin dan siap dipimpin.

Saya memperhatikan setiap siswa yang sukar mematuhi aturan, cenderung berubah ketika sudah mendapat giliran menjadi ketua peleton, mungkin karena sudah mengalami sulitnya mengatur 40 siswa dalam satu peleton, akhirnya mereka memiliki kemauan untuk tertib dan taat ketika dipimpin oleh siswa lainnya.

Begitu juga dengan piket jaga barak yang menggunakan sistem bergiliran, siswa yang sudah mengalami lelahnya membersihkan barak, menjadi lebih peduli untuk sama-sama menjaga kebersihan barak.

Pelatihan bela negara dan manajerial ini didominasi dengan kegiatan dalam kelas. Mulai dari cara berbicara di depan khalayak ramai, cara bersikap, forum pemecahan masalah yang sering dialami oleh pengurus koperasi, metode berfikir kritis dan kreatif hingga manajerial tentang koperasi.

Kegiatan kelas di atas, diampu oleh Narasumber dari unsur Kementerian Koperasi dan Guru Militer dari unsur Rindam IM yang menggunakan metode mengajar layaknya dosen di kampus. Hal yang tidak terduga adalah, guru militer dari unsur Rindam IM benar-benar menjadikan ruang kelas sebagai panggung akademis dengan mendorong siswa untuk menyampaikan argumentasi yang sangat kritis sekalipun.

Saya memperhatikan kurikulum pendidikan bagi Manajer Koperasi di Rindam IM diawali dengan pembentukan sikap dan perilaku. Pelatih berusaha menurunkan ego para siswa yang memiliki latar belakang yang beragam.

Tentunya hal tersebut sangat lumrah dilakukan di pendidikan manapun, para siswa harus mengosongkan “gelas”nya agar mampu menyerap ilmu. Setelah sikap dan perilaku telah dibentuk, barulah siswa dibekali dengan ilmu manajerial koperasi merah putih.

Rindam IM juga membagikan pengalaman mereka di bidang ekonomi yaitu koperasi dan di bidang pertanian mulai dari pengolahan sampah organik, pembuatan pakan ternak hingga penanaman palawija.

Rindam IM memanfaatkan sampah dedaunan, jerami padi dan kotoran hewan dari perternakan untuk diolah menjadi pupuk kompos yang penjualannya sudah merambah ke seluruh Aceh. Rindam IM menyarankan agar desa yang memiliki Koperasi Merah Putih dapat mendulang keuntungan melalui sampah organik dan kotoran hewan yang akan mendatangkan dua manfaat sekaligus baik dari bidang ekonomi maupun lingkungan.

Dari segi sanksi, terdapat dua pelanggaran berat yang konsekuensi hukumannya, siswa langsung dipulangkan dan dinyatakan gagal dalam pendidikan tanpa kompromi, yang pertama adalah berkelahi dan yang kedua adalah membawa contekan ke dalam ruang ujian.

Pengendalian emosi dan integritas menjadi dua hal paling fundamental yang ditanamkan oleh Rindam IM kepada para siswa. Salah seorang guru militer mengatakan, “saat kalian nanti bekerja, yakinlah semua persoalan dapat diselesaikan kecuali jika kalian menggunakan kekerasan dan kecurangan”.

Ketika sudah bekerja nantinya, hukum tidak akan dapat melindungi seorang manajer koperasi yang menyelesaikan masalah dengan kekerasan dan kecurangan. Sehingga jika ada siswa yang berkelahi atau curang dalam ujian pada saat pendidikan, maka Rindam IM akan langsung menjustifikasi siswa tersebut tidak layak menamatkan proses pendidikan.

Rindam IM juga sangat detail dalam menentukan asupan gizi untuk menunjang kebutuhan kalori bagi siswa yang menjalankan program yang padat. Begitu juga dengan bidang kesehatan yang saya nilai sangat siaga dan cepat tanggap, terlihat ambulance selalu standby di lokasi kegiatan para siswa.

Begitulah sekilas testimoni berdasarkan apa yang saya amati dari dekat proses pendidikan yang dilaksanakan oleh Rindam IM. Sirkulasi kepemimpinan, Demokrasi, Pengendalian ego, Pengisian ilmu dan kedisiplinan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut hingga puncaknya pendidikan yang mendewasakan cara bersikap dan berperilaku para manajer KDKMP.


Penulis: Imam Mufakkir (Siswa Bela Negara dan Managerial KDKMP Rindam Iskandar Muda, penulis dapat dihubungi melalui email: imam.mufakkir12@gmail.com
Foto: Dok untuk INTIinspira
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Artikel Relevan