Senyum yang Menyembunyikan Luka: Ulasan Novel Eccedentesiast
Identitas Buku
|
Judul |
: |
Eccedentesiast |
|
Penulis |
: |
Ita KRN |
|
Penerbit |
: |
PT Akad Media |
|
Tahun terbit |
: |
2022 |
|
Jumlah halaman |
: |
356 halaman |
|
ISBN |
: |
978-623-5953-10-6 |
Pendahuluan
INTIinspira - Novel Eccedentesiast merupakan salah satu karya fiksi remaja yang mengangkat tema kehidupan, kesedihan, dan perjuangan seseorang dalam menyembunyikan luka batin.
Judul buku ini cukup unik dan langsung menarik perhatian karena menggunakan istilah yang jarang didengar.
Eccedentesiast sendiri berarti seseorang yang menyembunyikan penderitaan atau kesedihan di balik senyuman.
Dari makna judul itu saja, pembaca sudah dapat menebak bahwa cerita dalam novel ini penuh dengan emosi dan pesan kehidupan yang mendalam.
Kesan itu diperkuat sejak pertama kali melihat sampulnya. Cover menampilkan seorang laki-laki dengan sayap di belakangnya, gambaran yang sekaligus memancarkan kebebasan, harapan, dan kesepian dalam satu tarikan.
Warna gelap yang mendominasi sampul semakin memperkuat suasana emosional yang akan pembaca temukan di dalam cerita. Buku ini sangat cocok dibaca oleh remaja yang menyukai novel dengan tema kehidupan dan pergolakan perasaan.
Ringkasan Isi Buku
Novel ini mengisahkan kehidupan seorang tokoh utama yang tampak baik-baik saja di hadapan orang lain, tetapi sebenarnya menyimpan banyak luka dan kesedihan.
Ia selalu berusaha tersenyum agar tidak ada yang mengetahui masalah yang sedang dihadapinya. Di balik sikap tenang itu, terdapat rasa kecewa, kehilangan, dan kesepian yang terus dipendam sendiri.
Dalam perjalanan hidupnya, tokoh utama menghadapi berbagai masalah — dari lingkungan keluarga, pertemanan, hingga pergulatan dengan dirinya sendiri.
Ia merasa sulit mengungkapkan isi hati karena takut dianggap lemah atau tidak dipahami.
Akibatnya, ia memilih menanggung semua rasa sakit itu seorang diri.
Salah satu momen yang mencerminkan sisi lain dari kepribadiannya hadir dalam adegan: "Minggu pagi yang cerah kali ini, Canva bersama motor kesayangannya, dengan bersemangat pergi menemui seorang cewek yang selalu Canva anggap sebagai bidadari." (hlm. 129).
Sepenggal adegan ini memperlihatkan bahwa di balik semua kesedihan yang dipendam, tokoh utama tetap menyimpan harapan dan keinginan untuk mencintai.
Seiring berjalannya cerita, pembaca diajak memahami bagaimana seseorang bisa terlihat bahagia di luar, tetapi sebenarnya sedang berjuang melawan dirinya sendiri.
Novel ini juga memperlihatkan bahwa setiap manusia memiliki masalah yang berbeda-beda dan membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.
Melalui berbagai konflik yang terjadi, tokoh utama perlahan belajar menerima dirinya dan mencoba bangkit dari keterpurukan, sebuah perjalanan yang terasa sangat manusiawi.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
Salah satu kekuatan utama novel ini adalah tema yang dekat dengan kehidupan remaja masa kini.
Seiring berjalannya cerita, pembaca diajak memahami bagaimana seseorang bisa terlihat bahagia di luar, tetapi sebenarnya sedang berjuang melawan dirinya sendiri.
Novel ini juga memperlihatkan bahwa setiap manusia memiliki masalah yang berbeda-beda dan membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya.
Melalui berbagai konflik yang terjadi, tokoh utama perlahan belajar menerima dirinya dan mencoba bangkit dari keterpurukan, sebuah perjalanan yang terasa sangat manusiawi.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
Salah satu kekuatan utama novel ini adalah tema yang dekat dengan kehidupan remaja masa kini.
Banyak remaja yang pernah atau sedang mengalami pengalaman serupa, menyembunyikan perasaan sedih dan berpura-pura bahagia demi menjaga penilaian orang lain, sehingga cerita ini terasa relate dan mudah masuk ke dalam hati pembaca.
Penulis juga berhasil menggambarkan emosi tokoh dengan baik; pembaca dapat ikut merasakan kesedihan, kebingungan, dan perjuangan batin yang dialami tanpa harus dijelaskan secara berlebihan.
Penggunaan bahasa yang sederhana membuat novel ini nyaman dibaca dan tidak melelahkan.
Alur ceritanya disusun dengan konflik yang bertahap, sehingga rasa penasaran pembaca terjaga dari awal hingga akhir.
Tidak sekadar hiburan, novel ini juga menyampaikan pesan moral bahwa kesehatan mental adalah sesuatu yang nyata dan layak untuk diperhatikan, baik oleh diri sendiri maupun orang-orang di sekitar kita.
Desain sampul yang menarik dan selaras dengan isi cerita turut menambah daya tarik, terutama bagi pembaca muda.
Kekurangan
Di sisi lain, beberapa bagian cerita terasa terlalu larut dalam kesedihan sehingga dapat membuat pembaca yang sensitif merasa terbebani secara emosional.
Alur di beberapa segmen juga berjalan cukup lambat karena lebih banyak menggambarkan perasaan tokoh dibandingkan kejadian atau aksi yang menggerakkan cerita ke depan.
Bagi pembaca yang menyukai tempo cepat, hal ini mungkin terasa kurang memuaskan.
Penutup
Eccedentesiast adalah novel remaja yang menyentuh. Ia berbicara tentang sesuatu yang sering tidak terucapkan: bahwa tersenyum tidak selalu berarti baik-baik saja, dan bahwa setiap orang menyimpan bebannya masing-masing.
Dengan bahasa yang ringan, alur yang emosional, dan pesan moral yang mengena, novel ini layak dibaca oleh remaja maupun orang dewasa yang ingin lebih memahami dunia batin orang-orang di sekitar mereka.
Buku ini mengingatkan kita bahwa kepedulian yang tulus, sekecil apa pun, bisa berarti sangat besar bagi seseorang yang sedang berjuang dalam diam.
Penulis juga berhasil menggambarkan emosi tokoh dengan baik; pembaca dapat ikut merasakan kesedihan, kebingungan, dan perjuangan batin yang dialami tanpa harus dijelaskan secara berlebihan.
Penggunaan bahasa yang sederhana membuat novel ini nyaman dibaca dan tidak melelahkan.
Alur ceritanya disusun dengan konflik yang bertahap, sehingga rasa penasaran pembaca terjaga dari awal hingga akhir.
Tidak sekadar hiburan, novel ini juga menyampaikan pesan moral bahwa kesehatan mental adalah sesuatu yang nyata dan layak untuk diperhatikan, baik oleh diri sendiri maupun orang-orang di sekitar kita.
Desain sampul yang menarik dan selaras dengan isi cerita turut menambah daya tarik, terutama bagi pembaca muda.
Kekurangan
Di sisi lain, beberapa bagian cerita terasa terlalu larut dalam kesedihan sehingga dapat membuat pembaca yang sensitif merasa terbebani secara emosional.
Alur di beberapa segmen juga berjalan cukup lambat karena lebih banyak menggambarkan perasaan tokoh dibandingkan kejadian atau aksi yang menggerakkan cerita ke depan.
Bagi pembaca yang menyukai tempo cepat, hal ini mungkin terasa kurang memuaskan.
Penutup
Eccedentesiast adalah novel remaja yang menyentuh. Ia berbicara tentang sesuatu yang sering tidak terucapkan: bahwa tersenyum tidak selalu berarti baik-baik saja, dan bahwa setiap orang menyimpan bebannya masing-masing.
Dengan bahasa yang ringan, alur yang emosional, dan pesan moral yang mengena, novel ini layak dibaca oleh remaja maupun orang dewasa yang ingin lebih memahami dunia batin orang-orang di sekitar mereka.
Buku ini mengingatkan kita bahwa kepedulian yang tulus, sekecil apa pun, bisa berarti sangat besar bagi seseorang yang sedang berjuang dalam diam.
Penulis: Ros Riya (Mahasiswa Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), STAI Darul Hikmah Aceh Barat)
Foto: Dok. untuk INTIinspira
Foto: Dok. untuk INTIinspira


