Melirik Keberhasilan Peserta Clash of Champions
INTIinspira- Sejak 2024 lalu acara Clash of Champions ramai diperbincangkan di berbagai media sosial.
Clash of Champions menarik perhatian publik dengan begitu kuat. Tak hanya anak-anak, namun juga mendapatkan perhatian remaja hingga orang dewasa.
Clash of Champions ini merupakan sebuah game show yang diproduksi oleh Ruangguru.
Acara ini mempertemukan mahasiswa jenius dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, dan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri juga turut diundang.
Peserta Clash of Champions berkompetisi secara individu dan kelompok. Ada beberapa tantangan yang harus diselesaikan agar tidak tereliminasi di setiap babak hingga nanti menjadi pemenang di babak final di akhir acara.
Salah satu hal yang membuat penulis tergerak untuk menulis tentang Clash of Champions adalah ketika melihat kecerdasan para peserta.
Peserta Clash of Champions berkompetisi secara individu dan kelompok. Ada beberapa tantangan yang harus diselesaikan agar tidak tereliminasi di setiap babak hingga nanti menjadi pemenang di babak final di akhir acara.
Salah satu hal yang membuat penulis tergerak untuk menulis tentang Clash of Champions adalah ketika melihat kecerdasan para peserta.
Tentunya ada hal positif yang dapat memotivasi kita untuk terus belajar, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum.
Jika kita menelusuri lebih jauh, mereka sudah meraih berbagai prestasi dijenjang SD, SMP, dan SMA.
Membentuk Kebiasan Belajar
Melihat para peserta Clash of Champions sudah berada di titik sekarang, tentunya hasil yang mereka dapatkan tidaklah instan. Tentunya ada proses dan perjuangan yang telah mereka lewati.Jika kita menelusuri lebih jauh, mereka sudah meraih berbagai prestasi dijenjang SD, SMP, dan SMA.
Bahkan ada yang mewakili Indonesia di kancah perlombaan internasional seperti International Mathematical Olympiad, International Geography Olympiad, International Chemistry Olympiad, dan lainnya. Bukan hanya sebagai peserta saja, namun mereka juga bisa meraih juara.
Keberhasilan tersebut tentunya tidak terlepas dari dukungan keluarga dan juga berbagai pihak. Pun demikian belajar secara konsisten sedari kecil juga merupakan salah satu faktor keberhasilan.
Sama halnya dalam beribadah di mana kita harus membiasakannya agar tetap istiqamah.
Keberhasilan tersebut tentunya tidak terlepas dari dukungan keluarga dan juga berbagai pihak. Pun demikian belajar secara konsisten sedari kecil juga merupakan salah satu faktor keberhasilan.
Sama halnya dalam beribadah di mana kita harus membiasakannya agar tetap istiqamah.
Begitupun perihal belajar, ketika kita konsisten dan terus-menerus belajar tentunya akan membuahkan hasil yang tidak mengecewakan. Meskipun harus melewati proses yang dan waktu yang tidak singkat.
Kebiasaan harus dibentuk sejak kecil. Karena kepribadiaan dan kebiasaan lebih mudah dibentuk ketika kecil.
Sebagaimana yang tertulis dalam kitab Akhlak lil Banin Juzu` 1 karangan Umar bin Ahmad Barja bahwa ketika ingin membentuk karakter dan kebiasaan seorang anak, maka dimulai sejak ia masih kecil. Di karenakan jika baru dibentuk ketika ia sudah dewasa, maka akan sangat sulit.
Dalam proses membentuk dan menumbuhkan belajar menjadi sebuah kebiasaan tersebut tidaklah semudah kita menuliskan dan membicarakannya.
Kebiasaan harus dibentuk sejak kecil. Karena kepribadiaan dan kebiasaan lebih mudah dibentuk ketika kecil.
Sebagaimana yang tertulis dalam kitab Akhlak lil Banin Juzu` 1 karangan Umar bin Ahmad Barja bahwa ketika ingin membentuk karakter dan kebiasaan seorang anak, maka dimulai sejak ia masih kecil. Di karenakan jika baru dibentuk ketika ia sudah dewasa, maka akan sangat sulit.
Dalam proses membentuk dan menumbuhkan belajar menjadi sebuah kebiasaan tersebut tidaklah semudah kita menuliskan dan membicarakannya.
Dibutuhkan niat, kegigihan, juga kedisplinan yang tinggi. Dimulai dari langkah kecil yang dilakukan setiap hari secara konsisten hingga belajar suatu kebiasaan bagi kita.
Secuil Tips Belajar
Pada hakikatnya pembelajaran tidak hanya berfokus pada hasil, namun ada hal lebih penting yang harus diperhatikan, yaitu segala bentuk proses selama pembelajaran tersebut.Terkadang ada hal yang bernilai tinggi yang kita lewati selama proses karena terlalu memusatkan perhatian kepada hasil yang dicapai.
Belajar juga tidak hanya dilakukan di sekolah ataupun di lembaga pendidikan saja. Namun kapan dan di mana saja berada kita tetap harus senantiasa belajar. Tidak memandang berapa pun usia seseorang tetap diharuskan belajar.
Kita bisa memilih metode atau pun cara belajar masing-masing.
Belajar juga tidak hanya dilakukan di sekolah ataupun di lembaga pendidikan saja. Namun kapan dan di mana saja berada kita tetap harus senantiasa belajar. Tidak memandang berapa pun usia seseorang tetap diharuskan belajar.
Kita bisa memilih metode atau pun cara belajar masing-masing.
Karena pada dasarnya, hanya kita sendirilah yang lebih tau bagaimana cara yang nyaman untuk belajar. Sehingga itu akan lebih memudahkan kita dalam menyerap dan memahami pelajaran.
Ada baiknya terlebih dahulu kita membuat jadwal belajar yang teratur dan dilakukan secara konsisten agar belajar menjadi efektif dan efisien.
Ada baiknya terlebih dahulu kita membuat jadwal belajar yang teratur dan dilakukan secara konsisten agar belajar menjadi efektif dan efisien.
Karena segala sesusatu yang kita lakukan secara terus menerus ataupun konsisten (istiqamah) akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik lagi. Belajar secara konsisten dan mengulang materi yang sudah dipelajari.
Senada dengan yang sudah dijelaskan oleh Syaikh az-Zarnuji dalam kitab karangannya Ta’lim al-Muta’allim, bahwa seharusnya bagi kita yang sedang menuntut ilmu untuk belajar dan mengulang pelajaran kemarin sebanyak lima kali, pelajaran sehari sebelumnya lagi tiga kali, dua kali, hingga pelajaran-pelajaran sebelumnya lagi sebanyak dua ataupun sekali lagi.
Namun perlu digaris bawahi untuk tidak menekan diri-sendiri terlalu keras. Ketika sudah merasa lelah pada saat belajar maka bisa beristirahat sejenak.
Pun demikian sebaiknya menghindari belajar dengan sistem kebut semalam (SKS). Alangkah baiknya jika belajar setiap hari meskipun hanya dua sampai tiga jam.
Ketika sudah belajar dengan maksimal dan tentunya dibarengi dengan berdoa kepada Allah swt. maka apa pun hasil yang kita peroleh nantinya merupakan takdir yang terbaik yang diberikan Allah kepada kita.
Namun perlu digaris bawahi untuk tidak menekan diri-sendiri terlalu keras. Ketika sudah merasa lelah pada saat belajar maka bisa beristirahat sejenak.
Pun demikian sebaiknya menghindari belajar dengan sistem kebut semalam (SKS). Alangkah baiknya jika belajar setiap hari meskipun hanya dua sampai tiga jam.
Ketika sudah belajar dengan maksimal dan tentunya dibarengi dengan berdoa kepada Allah swt. maka apa pun hasil yang kita peroleh nantinya merupakan takdir yang terbaik yang diberikan Allah kepada kita.
Sebagai hamba yang harus kita tanamkan adalah tetap berusaha dan berprasangka baik kepada Allah Swt.
Kalaupun terdapat kegagalan di tengah perjalanan anggaplah sebagai warna-warni di dalam kehidupan. Meskipun gagal berkali-kali, kita tetap harus senantiasa bersyukur, bersemangat dan pantang menyerah.
Tapi mari kita jadikan kegagalan demi kegagalan tersebut sebagai langkah awal menuju keberhasilan. Serta terus bangkit dan fokus memperbaiki diri sendiri.
Mari memaksimalkan potensi yang sudah Allah berikan dengan tetap berlatih dan belajar, serta sabar dalam menjalani proses-proses kehidupan. Karena nyatanya setiap orang sudah memiliki porsi kegagalan masing-masing.
Jangan sekali-kali membandingkan pencapaian kita dengan orang lain. Karena di balik pencapaian yang mereka peroleh, tentunya juga memiliki proses di baliknya.
Kalaupun terdapat kegagalan di tengah perjalanan anggaplah sebagai warna-warni di dalam kehidupan. Meskipun gagal berkali-kali, kita tetap harus senantiasa bersyukur, bersemangat dan pantang menyerah.
Tapi mari kita jadikan kegagalan demi kegagalan tersebut sebagai langkah awal menuju keberhasilan. Serta terus bangkit dan fokus memperbaiki diri sendiri.
Mari memaksimalkan potensi yang sudah Allah berikan dengan tetap berlatih dan belajar, serta sabar dalam menjalani proses-proses kehidupan. Karena nyatanya setiap orang sudah memiliki porsi kegagalan masing-masing.
Jangan sekali-kali membandingkan pencapaian kita dengan orang lain. Karena di balik pencapaian yang mereka peroleh, tentunya juga memiliki proses di baliknya.
Lihat saja proses-proses atau pun perjalanan tersebut. Sehingga bisa memotivasi kita dalam menempuh jalan kehidupan kita masing-masing.
Tetap terus berusaha dan tidak lupa dengan menggantung harap hanya pada Allah Swt. Karena dengan memaksimalkan usaha dan juga disertai dengan berdoa kepada Allah, kita akan mendapatkan hasil yang baik pula.
Harapan penulis, semoga ke depannya tayangan seperti Clash of Champions ini akan banyak hadir dan menghias berbagai platform media sosial. Dengan begitu dapat menginspirasi generasi ke depan untuk terus berbenah ke arah yang lebih baik lagi.
Tetap terus berusaha dan tidak lupa dengan menggantung harap hanya pada Allah Swt. Karena dengan memaksimalkan usaha dan juga disertai dengan berdoa kepada Allah, kita akan mendapatkan hasil yang baik pula.
Harapan penulis, semoga ke depannya tayangan seperti Clash of Champions ini akan banyak hadir dan menghias berbagai platform media sosial. Dengan begitu dapat menginspirasi generasi ke depan untuk terus berbenah ke arah yang lebih baik lagi.
Semoga kita bisa menjadi generasi yang memberikan perhatian lebih banyak lagi terutama dalam bidang pendidikan, baik itu pendidikan agama atau pun pendidikan umum.
Begitu pun semoga kita bisa meneladani kegigihan dan kesungguhan orang-orang terdahulu dalam menuntut ilmu. Berbagai rintangan yang datang tetap dihadapi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, hingga mendapatkan apa yang diusahakan.
Kebiasaan belajar ini bukanlah bawaan dari lahir, namun diciptakan.
Begitu pun semoga kita bisa meneladani kegigihan dan kesungguhan orang-orang terdahulu dalam menuntut ilmu. Berbagai rintangan yang datang tetap dihadapi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, hingga mendapatkan apa yang diusahakan.
Kebiasaan belajar ini bukanlah bawaan dari lahir, namun diciptakan.
Marilah kita bentuk kebiasaan belajar tersebut dengan penuh semangat dan disiplin hingga menjadi aktivitas yang kita senangi.
Penulis: Nauratul Islami, S.Pd., M. Pd., C.CAL (Guru MIN 5 Bireuen dan Dosen Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI)
Foto: Dok untuk INTIinspira
Penulis: Nauratul Islami, S.Pd., M. Pd., C.CAL (Guru MIN 5 Bireuen dan Dosen Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI)
Foto: Dok untuk INTIinspira


