Clock

Merawat Diri, Merawat Jiwa: Menjadikan Kesehatan Mental Prioritas Utama

Ilustrasi kesehatan mental


Oleh: Putri Humaira*

Kesehatan Mental sebagai Prioritas Utama

Di tengah hiruk pikuk kehidupan, kita sering kali terjebak dalam kesibukan yang tak henti-hentinya. Kuliah, bekerja, berorganisasi, menyelesaikan tugas, dan berbagai aktivitas lainnya, tanpa henti menyita waktu, perhatian dan energi. Namun, di balik kesibukan itu, ada satu hal penting yang sering kali kita lupakan yaitu kesehatan mental.

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Pikiran dan jiwa yang sehat merupakan fondasi bagi kehidupan yang bahagia dan sejahtera.

Menurut WHO, lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia mengalami gangguan mental, dengan depresi dan kecemasan menjadi yang paling umum.

Survei terbaru I-NAMHS (Indonesia National Adolescent Mental Health Survey) tahun 2022 menemukan, sekitar 1 dari 20 atau 5,5 persen remaja usia 10-17 tahun didiagnosis memiliki gangguan mental dalam 12 bulan terakhir, biasa disebut orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). 

Sementara, sekitar sepertiga atau 34,9 persen memiliki setidaknya satu masalah kesehatan mental atau tergolong orang dengan masalah kejiwaan (ODMK).

Mengacu pada data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jumlah penduduk Indonesia per 31 Desember 2022 mencapai 277,75 juta jiwa dan didominasi remaja. Paling banyak adalah penduduk berusia 10-14 tahun, yakni 24,5 juta jiwa, sedangkan penduduk di rentang usia 15-19 tahun sebanyak 21,7 juta jiwa.

Seperti yang kita lihat sekarang ini, banyak sekali orang-orang yang masih mengabaikan kesehatan mental. Bahkan masih ada juga yang menganggap kesehatan mental itu adalah hal yang tabu dan tidak penting. 

Padahal mengabaikan kesehatan mental dapat membawa dampak negatif yang signifikan dalam kehidupan. Di antaranya yaitu:

Pertama, penurunan produktivitas. Orang dengan masalah kesehatan mental sering kali mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi, menyelesaikan tugas, dan bekerja secara efektif.

Kedua, masalah hubungan. Gangguan mental juga dapat menyebabkan konflik dan keretakan dalam hubungan dengan keluarga, teman, dan pasangan.

Ketiga, risiko bunuh diri. Bunuh diri merupakan salah satu penyebab kematian utama bagi orang dengan masalah kesehatan mental.

Keempat, beban ekonomi. Gangguan mental juga dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi individu, keluarga, dan masyarakat.

Melihat fakta dan dampak negatif di atas, sangat jelas bahwa kesehatan mental perlu menjadi prioritas utama. Berikut ini ada beberapa alasannya:

Kesehatan mental merupakan bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan. Tidak mungkin untuk memiliki tubuh yang sehat tanpa pikiran dan jiwa yang sehat.

Menjaga kesehatan mental juga dapat meningkatkan kualitas hidup. Orang dengan kesehatan mental yang baik lebih bahagia, lebih produktif, dan lebih mampu menjalani hidup yang penuh makna.

Menangani masalah kesehatan mental dapat mencegah komplikasi yang lebih serius. 

Semakin cepat masalah kesehatan mental diidentifikasi dan diobati, semakin kecil kemungkinannya untuk berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Membangun budaya yang lebih peduli terhadap kesehatan mental. Dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kesehatan mental, kita dapat membantu menciptakan budaya yang lebih suportif dan inklusif bagi semua orang.

Merawat diri, merawat jiwa merupakan sebuah ajakan untuk menjadikan kesehatan mental sebagai prioritas utama. 

Sama seperti kita merawat tubuh dengan makan makanan bergizi, berolahraga, dan istirahat yang cukup, kita juga perlu merawat jiwa dengan cara-cara yang tepat.

Bagaimana Cara Merawat jiwa?

Berikut ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk merawat diri dan jiwa:

1. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri. 

Di tengah kesibukan, penting untuk meluangkan waktu untuk bersantai dan menenangkan pikiran. Lakukan aktivitas yang anda sukai, seperti membaca buku, mendengarkan musik, meditasi, dan lainnya.

2.Berbagi dengan Orang yang Dipercaya. 

Bicarakan perasaan dan kekhawatiran Anda dengan orang yang anda percaya, seperti keluarga, teman dekat, atau terapis.

3. Mencari Bantuan Profesional. 

Jika Anda merasa kesulitan untuk mengatasi masalah mental sendiri, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional dari psikolog atau psikiater.

4. Menjaga Pola Hidup Sehat. 

Konsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan tidur yang cukup adalah kunci untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

5. Belajar untuk Mengatakan "Tidak". 

Jangan ragu untuk menolak permintaan yang membuat anda merasa tertekan atau stres.

6. Menjalani Hidup dengan Penuh Syukur. 

Luangkan waktu untuk mensyukuri hal-hal baik dalam hidup anda. Hal ini dapat membantu meningkatkan mood dan mengurangi stres.

Dengan memprioritaskan kesehatan mental, kita dapat membangun masa depan yang lebih sehat dan bahagia bagi diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. 

Penutup

Mari kita bersama-sama menciptakan dunia di mana kesehatan mental dihargai dan didukung.

Merawat diri, merawat jiwa bukan hanya sebuah slogan, tapi sebuah komitmen untuk hidup yang lebih bahagia dan sejahtera. Dengan memprioritaskan kesehatan mental, kita dapat menjalani hidup dengan lebih tenang, damai, dan penuh makna. Mari kita bersama-sama membangun budaya yang lebih peduli terhadap kesehatan mental. Ingatlah, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Rawatlah diri, rawatlah jiwa. Bersatu, kita bisa! []

* Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry 
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Artikel Relevan