Opini tentang Kesehatan Mental

Ilustrasi Kesehatan Mental
Source Bing Image Creator 


Oleh : Juli Rahmi*

Zaman sekarang kesehatan mental tidak lagi asing di telinga kita. Akhir-akhir ini kesehatan mental merupakan topik hangat untuk diperbincangkan. Mulai banyak orang yang meneliti tentang kesehatan mental. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir ini banyaknya terjadi kasus bunuh diri. 

Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Kepolisian RI (Polri), ada 971 kasus bunuh diri di Indonesia sepanjang periode Januari hingga 18 Oktober 2023.

Berdasarkan data dari databoks, kasus dugaan bunuh diri seorang mahasiswa yang berinisial NJW yang ditemukan tewas di Mall Paragon, Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (10/10/2023).

Di Aceh saja ada beberapa kasus bunuh diri yang tercatat. Salah satunya seorang pemuda yang merupakan karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Abdiya bunuh diri dengan cara gantung diri pada Rabu, (1/5/2025).

Kesehatan mental itu sendiri menurut Abraham Maslow adalah keadaan di mana individu telah memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti kebutuhan fisiologis, keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri.

Penting bagi kita untuk menjaga kesehatan mental di era modern ini. Karena di era digitalisasi ini banyak kehidupan yang bisa merusak kesejahteraan mental. Apalagi dunia maya yang penuh dengan dunia tipu-tipu. 

Seperti perilaku hedon dan FOMO yang harus kita jauhi. Karena jika kita terlalu menuruti hal tersebut akan dapat menyiksa diri kita yang akhirnya membuat kita frustasi. Karena memaksakan kehendak atas ketidakmampuan dan ketakutan yang tidak jelas. 

Orang-orang yang memposting hal yang seru dan menyenangkan di media sosial juga belum tentu di dunia nyata seperti apa yang terlihat di dunia maya. Kita tidak tahu apa yang mereka rasakan dan sembunyikan. Ada baiknya kita mencoba untuk tidak peduli dan tidak ikut-ikutan. 

Cukup fokus pada diri sendiri, dan lakukan apa yang bisa kita lakukan. Fokus pada hal-hal yang ingin kita gapai tanpa membandingkan dengan pencapaian orang lain adalah cara terbaik untuk mencintai diri sendiri. 

Mulailah mencintai diri kita, karena kalau bukan kita siapa lagi?

Menurut Abraham Maslow , seseorang dapat dikatakan sejahtera secara mental apabila ia 5 kebutuhan ini terpenuhi: 

1. Physiological needs (kebutuhan fisiologi) adalah kebutuhan akan biologis, seperti makan, minum, tidur dan lain-lain.

2. Safety needs (kebutuhan akan rasa aman) maksudnya adalah kebutuhan akan keamanan. Misalnya perlindungan, aman dari bahaya, aman dari kekurangan, praktek agama dan lain-lain. 

3. Love and belonging (kebutuhan dimiliki dan cinta) adalah kebutuhan akan kasih sayang dan rasa dimiliki oleh kelompok maupun individu (suami, istri, ayah, ibu, circle dan lain-lain) 

4. Esteem needs (kebutuhan harga diri) adalah menghargai diri sendiri, mencintai diri sendiri, di hargai orang lain dan menerima diri sendiri apa adanya. 

5. Self actualization (aktualisasi diri) adalah menyadari potensinya, menjadi apa yang ia inginkan, dapat melakukan hal yang ia inginkan. 

Hal yang dapat mempengaruhi kesehatan mental adalah : 

1. Afeksi atau perasaan. Misal perasaan sedih yang berlebihan atau terlalu berlarut-larut di dalam kesedihan, dan emosi marah yang sulit dikendalikan dan lain-lain. 

2. Kognitif atau pikiran. Overthinking merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan mental kita. Overthinking berasal dari pikiran. Memikirkan sesuatu secara berlebihan yang belum tentu terjadi pada diri kita dapat memicu kekhawatiran dan kecemasan. Di mana kekhawatiran dan kecemasan itu sendiri merupakan salah satu indikator dari gejala gangguan kesehatan mental. 

3. Psikomotor atau perilaku. Misalnya pola tidur kita yang tidak teratur, perubahan nafsu makan atau pola makan yang tidak disiplin. 

4. Kesehatan fisik. Fisik yang sehat juga dapat mempengaruhi kesehatan mental kita secara langsung ataupun tidak langsung. Misalnya jika kita mempunyai penyakit maag yang parah dikarenakan pola makan yang tiak sehat dan teratur akan menimbulkan stress dan kekhawatiran saat maag tersebut kambuh. Khawatir karena harus selalu keluar masuk rumah sakit, khawatir tidak akan sembuh, khawatir tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari bahkan bisa memicu kekhawatiran akan ketakutan kematian. 

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa jika kita tidak mampu menjaga diri kita dari hal buruk maka dapat mempengaruhi kesehatan mental kita dan berdampak negatif bagi kehidupan kita. 

So, mari lebih menyayangi diri kita dengan tetep menjaga kesehatan mental kita. Hindari hal-hal yang toxic dan yang dapat berdampak negatif bagi kehidupan kita. Dan mulailah melakukan hal-hal yang positif, pemikiran yang positif, perasaan yang positif dan meniaga kesehatan jasmani kita dengan pola makan dan tidur yang teratur. Kurangi pikiran yang terlalu berlebihan atau overthinking. Tidak perlu memikirkan hal yang belum tentu terjadi. Kendalikan yang bisa kita kendalikan. Fokus hanya pada saat ini dan sekarang ini, here and now .

* Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh 
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Artikel Relevan