Melampaui Kecanduan Gadget: Memahami Dampaknya pada Perkembangan Emosional Anak

Ilustrasi kecanduan gadget
Source Bing Image Creator 


Oleh: Nadia*

Pada abad ke 21 ini kemajuan zaman di bidang teknologi semakin berkembang pesat. Berbagai penemuan untuk mempermudah hidup manusia satu persatu diciptakan setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa daya pikir dan pola perilaku manusia juga berkembang pesat. Contoh yang berkembang saat ini adalah gadget, yaitu sebuah teknologi yang memiliki sejuta fungsi bagi manusia. 

Gadget merupakan barang canggih dengan berbagai aplikasi yang menyajikan berbagai berita, jejaring sosial, hobi dan bahkan hiburan. Benda ini menjadi media yang dipakai untuk memudahkan manusia berkomunikasi.

Jika melihat dari segi harga, gadget bukanlah barang yang murah sehingga hanya orang yang berkepentingan saja yang menggunakannya, tapi faktanya anak-anak usia 3 tahun pun sudah menggunakannya. 

Kecanduan Gadget pada Anak-anak

Gadget sudah bukan barang asing lagi saat ini, hampir setiap orang mempunyai gadget. Maka tidak heran jika anak anak sekarang selalu menggunakan gadget di kehidupan sehari-hari mereka.

Orang tua belakangan ini memanfaatkan gadget untuk menemani anaknya agar mereka dapat beraktivitas dengan tenang tanpa khawatir anaknya keluyuran, anak nya tidak bermain kotor, dan agar anak tidak rewel sehingga mengganggu orang tuanya. 

Orang tua juga beranggapan bahwa gadget bisa menjadi teman bermain anak yang aman dan mudah, sehingga peran orang tua sebagai teman bermain anak tergantikan dengan adanya gadget.

Penggunaan gadget secara berkelanjutan pada anak akan berdampak buruk pada perkembangan emosionalnya, seperti anak lebih memilih bermain gadget daripada berinteraksi dengan lingkungannya. 

Hal ini akan mengambat proses sosialisasi anak dan akan menimbulkan ketergantungan pada gadget tersebut. 

Padahal penting untuk para orang tua ketahui bahwa perkembangan anak yang sangat pesat adalah pada saat anak berusia 1-5 tahun. 

Periode ini sering disebut dengan “The Golden Age”. Pada masa ini anak akan mengalami perkembangan yang luar biasa yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan serta perilaku anak selanjutnya.

Seringnya anak menggunakan gadget juga mempengaruhi perkembangan emosional anak. Sebuah penelitian menemukan bahwa 45% anak-anak mengabiskan waktu dengan gadget lebih dari dua jam. 

Ketika perkembangan emosional anak terhambat akibat kecanduan gadget maka akan dapat menimbulkan gangguan emosi. 

Gangguan emosi merupakan masalah yang serius dalam perkembangan anak karena dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup sang anak.

Gejala emosional mempunyai dampak yang serius, gambaran masalah mental emosional seperti ketidakmampuan memecahkan masalah, gangguan perhatian, hiperaktivitas, perilaku bertentangan (tidak suka ditegur/masukan positif, tidak mau iku taturan) dan perilaku agresif.

Gadget dapat digunakan untuk membantu pembelajaran dan media hiburan. Meskipun banyak hal positif dari penggunaan gadget tapi jika berlebihan hal tersebut bukanlah hal yang baik. 

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia mengatakan, sejak 2013 lembaganya menangani 17 kecanduan gadget pada anak dan remaja, serta Komisi Nasional Perlindungan Anak pada tahun 2016 sudah menangani 42 kasus anak dan remaja yang mengalami kecanduan gadget. 

Penggunaan gadget yang salah dapat menyebabkan emosi dan perilaku anak kurang baik.

Penggunaan gadget yang berlebihan bisa mengurangi interaksi social pada anak yang dapat mengakibatkan anak menjadi tak acuh dengan lingkungan sekitarnya. 

Menurut hasil observasi yang dilakukan kepada beberapa keluarga di salah satu daerah di Yogyakarta pada tahun 2013, menunjukan sejak menggunakan gadget, ketika di rumah anak menjadi susah diajak berkomunikasi, lebih asik dengan gadget dari pada mendengarkan perintah orang tuanya, dan tidak peduli dan kurang berespon pada saat orang tua mengajaknya berbicara.

Penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2010 di Poliklinik Jiwa Anak dan Remaja Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, terdapat 54,8 % anak-anak yang menderita gangguan dengan teman sebaya, 42,2% gangguan emosional, 3% kemudian 38,1% anak yang menderita gangguan hiperaktivitas, dan sebanyak 38,5% gangguan perilaku. 

Orang tua yang lainnya mengatakan dampak negatif yang dirasakan seperti anak suka marah dan mengamuk ketika gadgetnya di ambil atau disita. 

Kondisi ini bisa menyebabkan emosi orang tua lepas kendali dan meningkatkan resiko terjadinya kekerasan dalam keluarga.

Kemudian ada juga penelitian yang dilakukan di RW 06 Cipayung Ciputat Tangerang Selatan ditemukan bahwa sebanyak 55 orang (62,5%) mengalami kecanduan gadget dengan kategori tinggi. 

Kecanduan gadget yang tinggi dapat menimbulkan perilaku dan emosi yang abnormal. Kecanduan gadget juga dapat menyebabkan anak malas belajar, sulit berkonsentrasi, tidak percaya diri dan kurang bisa mengekspresikan emosi.

Jadi, dampak negatif kecanduan gadget pada anak yaitu anak sulit di ajak komunikasi, kurang bisa bersosialisasi, acuh dengan lingkungan sekitarnya, bersikap agresif, dan malas belajar, sulit berkonsentrasi, tidak percaya diri dan kurang bisa mengekspresikan emosi dapat membuat perkembangan emosional anak terhambat.

Tips-tips Mengatasi Kecanduan Gadget 

Berikut adalah tips untuk mengatasi kecanduan gadget pada anak yaitu:

Berikan Batasan Waktu Dalam Menggunakan Gadget

Penggunaan gadget pada anak anak harus dibatasi. Waktu standar dalam penggunaan gadget adalah di waktu-waktu libur. Jika tidak di waktu libur anak anak seharusnya tidak menggunakan gadget. 

Cara ini cukup ampuh dalam mengatasi kecanduan gadget pada anak. Dengan cara ini anak akan terbiasa kapan waktu bermain gadget dan kapan waktu belajar.

Ajak Anak Bersosialisasi Dengan Teman Sebaya

Anak bisa saja bermain gadget karena tidak mempunyai aktivitas yang menyenangkan bersama teman nya. Maka dari itu ajaklah anak anda bermain dengan teman sebayanya. 

Seperti mengundang teman-temannya ke rumah, atau mengantarnya berkunjung ke rumah temannya. Dengan teman yang banyak, anak akan memiliki kesibukan baru dan bisa lupa dengan gadgetnya. 

Doronglah mereka untuk bermain aktif seperti bermain bola, petak umpet, dan sebagainya. Jangan biarkan mereka bermain gadget dengan temannya.

Mendorong Anak untuk Aktif di Berbagai Kegiatan

Semakin banyak waktu luang anak maka mereka akan semakin bosan. Rasa bosan ini akan mendorong mereka untuk bermain gadget. Untuk itu tidak ada salah nya mengisi waktu luang anak dengan kegiatan yang bisa menyibukkannya. 

Tentunya kegiatan ini haruslah bermanfaat untuk anak, seperti les bahasa, les menari, les bela diri, club sports dan bahkan bimbel sepulang sekolah. 

Ketika anak sibuk dengan berbagai kegiatan maka di akhir harinya mereka akan lelah dan keinginan mereka pasti istirahat. Dengan begini kecanduan mereka terhadap gadget akan berkurang dan teralihkan pada kegiatan yang bermanfaat.

Berikan Mainan Alternatif

Anak yang kecanduan gadget adalah anak yang sebelumnya tidak mempunyai mainan lain. Maka dari itu anak terlalu terpaku pada gadget. Karena nya cara mengatasi kecanduan gadget pada anak adalah dengan menunjukkan alternative mainan lain. 

Berilah mainan yang bisa mendidik dan melatih kreativitas anak anda, seperti lego, slime, dan hal hal yang lain. 

Ajak Anak Anda Berdiskusi

Cara efektif untuk menghilangkan kecanduan gadget adalah berdiskusi dengan anak-anak. 

Jelaskan maksud anda dengan baik bahwa anda membatasi penggunaan gadget demi kebaikan mereka. 

Jelaskan pula dampak buruk jika menggunakan gadget secara berlebihan seperti insomnia, sakit mata, menjadi antisosial yang dapat menyulitkan mereka dimasa depan. 

Dengan ini anak diharapkan dapat mengerti maksud orang tua membatasi penggunaan gadget mereka.

Luangkan Waktu Anda Untuk Anak

Jika anda ingin anak anda tidak kecanduan gadget maka sebaiknya anda meluangkan waktu untuk mereka. Perlu anda ketahui salah satu alasan mereka bermain gadget adalah karena kesepian dan kurang perhatian dari orangtuanya.

 Maka dari itu ajaklah anak makan bersama di luar atau pergi liburan. Luangkan waktu untuk anak anda.

Jadilah Panutan

Seperti kata pepatah “guru kencing berdiri, murid kencing berlari,” maka orang tua haruslah menjadi contoh yang baik pada anak dalam menggunakan gadget. 

Jika orang tua terus menggunakan gadget tanpa henti maka anak akan berpikir penggunaan gadget terus menerus bukanlah masalah. Orang tua harus memberikan contoh yang baik dengan tidak kecanduan gadget pula. 

• Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh 
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Artikel Relevan