Luka Dibalik Layar: Memahami dan Mengatasi Self Harm

Ilustrasi self harm
Source Bing Image Creator 


Oleh: Nazirah*

Di balik keceriaan dan tawa yang terpancar, terkadang terdapat banyak luka yang tersembunyi. Self harm, atau tindakan melukai diri sendiri, menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan, terutama di kalangan para remaja. Luka fisik yang ditimbulkan hanyalah sebagian kecil dari rasa sakit yang mendalam di baliknya.

Apa itu Self Harm?

Self harm adalah tindakan melukai diri sendiri dengan sengaja, baik secara fisik maupun emosional. Tindakan ini dapat berupa memotong atau menyayat diri, membakar diri, mencabut rambut, atau bahkan melukai diri secara digital melalui kata-kata kasar dan komentar negatif di media sosial, namun tidak bertujuan untuk menggakhiri hidup.

Menurut penelitian YouGov Omnibus 2019 yang dilakukan pada tahun 2019, lebih dari sepertiga (36,9%) orang Indonesia pernah melakukan self harm, dan dalam kategori kalangan 7% anak muda (18-25 tahun) dengan frekuensi harian dalam melakukan self harm.

Mengapa Orang Melakukan Self Harm?

Alasan di balik self harm sangatlah kompleks dan beragam:

1. Mekanisme Koping

Self harm sering kali digunakan sebagai mekanisme koping untuk mengatasi emosi yang sulit seperti:

Stres, yang bisa dipicu dari beban sekolah, keluarga atau tekanan pertemanan yang dapat memicu stres berat.

Kecemasan, perasaan cemas yang berlebihan dan sulit dikendalikandapat mendorong seseorang melakukan self harm.

Depresi, Rasa sedih yang mendalam dan hilangnya semangat hidup bisa membuat seseorang mencari pelampiasan melalui self harm.

Trauma, Pengalaman traumatis masa lalu yang tidak terselesaikan dapat memicu self harm sebagai bentuk ungkapan emosi yang terpendam.

2. Mencari Perhatian

Dalam beberapa kasus, self harm bisa menjadi "teriakan minta tolong" yang tidak terucapkan, untuk mencari perhatian atau pertolongan, seseorang mungkin melakukan self harm karena merasa tidak didengar atau diperhatikan oleh orang-orang terdekatnya.

3. Menyakiti Diri Sendiri

Self harm juga dapat menjadi cara untuk menghukum diri sendiri, Rasa bersalah, malu, atau penyesalan yang intens dapat membuat seseorang melakukan self harm sebagai bentuk hukuman atas kesalahan yang mereka rasakan.

4. Mencari Kontrol

Di tengah perasaan tidak berdaya dan kehilangan kontrol, self harm dapat memberikan rasa kontrol dan kekuatan atas tubuh dan emosi seseorang, rasa sakit fisik yang ditimbulkan bisa menjadi "nyata" dan terkendali, dibandingkan dengan rasa sakit emosional yang abstrak dan sulit diatasi.

Dampak Negatif Self Harm

Self harm bukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah. Tindakan ini justru dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan mental dan fisik, seperti:

1. Memperparah Masalah Emosional

Self harm tidak menyelesaikan akar permasalahan yang mendasarinya, justru tindakan ini dapat memperparah perasaan depresi, kecemasan, dan trauma yang sedang dialami. Rasa sakit fisik yang ditimbulkan hanya bersifat sementara, sedangkan luka emosional bisa semakin dalam dan sulit disembuhkan.

2. Kecanduan

Self harm dapat menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan, dan semakin memperkuat pola pikir negatif ketika seseorang terbiasa menggunakan self harm untuk mengatasi emosi, mereka mungkin akan semakin bergantung pada perilaku ini. Semakin sering melakukan self harm, semakin tinggi risiko untuk mengalami cedera serius atau bahkan kematian.

3. Risiko Bunuh Diri

Self harm meningkatkan risiko bunuh diri, terutama bagi mereka yang mengalami depresi berat atau gangguan mental. Luka fisik dan rasa sakit emosional yang ditimbulkan oleh self harm dapat membuat seseorang merasa putus asa dan kehilangan harapan.

4. Luka Fisik

Tindakan self harm dapat menyebabkan luka fisik yang serius, seperti infeksi, jaringan parut permanen, bahkan kerusakan organ dalam. Tergantung pada metode yang digunakan, self harm dapat meninggalkan bekas luka yang bersifat permanen dan mengganggu penampilan.

Cara Mencegah dan Mengatasi Self Harm

Membantu seseorang yang melakukan self harm membutuhkan kesabaran, pengertian, dan dukungan yang tepat. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Mendengarkan dan Berempati

Dengarkan dengan penuh perhatian dan tanpa menghakimi, tunjukkan rasa empati dan pengertian terhadap apa yang mereka rasakan, ciptakan lingkungan terbuka dan aman untuk bercerita, dorong mereka untuk mengekspresikan perasaan mereka secara verbal.

2. Hindari Menghakimi

Hindari menyalahkan atau mengkritik mereka atas tindakan self harm. Hal ini hanya akan memperburuk rasa malu dan bersalah, Hindari mengatakan kalimat seperti "Kenapa kamu melakukan itu?", "Kamu harus berhenti", atau "Kamu bodoh karena melakukan itu."
Ingatlah bahwa self harm adalah masalah kompleks dan bukan hanya karena kelemahan atau kebodohan individu. Fokuslah pada apa yang mereka rasakan dan bagaimana Anda dapat membantu mereka dengan cara:

1. Dukung Mencari Bantuan Profesional

Dorong mereka untuk mencari bantuan profesional dari psikolog, psikiater, atau terapis. Berikan mereka informasi tentang sumber daya yang tersedia untuk membantu mereka mengatasi self harm, seperti hotline atau layanan konseling.

2.Berikan Dukungan Emosional

Tawarkan dukungan emosional dan bantu mereka menemukan cara yang lebih sehat untuk mengatasi emosi mereka. Berikan motivasi dan dampingi mereka dalam proses pemulihan.

3. Hindari Self Harm Bersama

Hindari terlibat dalam self harm bersama, karena hal ini dapat memperkuat perilaku tersebut. Saat teman Anda mengusulkan self harm bersama, katakan "tidak" dengan tegas namun penuh empati. Jelaskan bahwa Anda tidak ingin terlibat dan tidak mendukung tindakan itu.

4. Menciptakan Lingkungan yang Aman

Ciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari self harm, dengan menyingkirkan benda-benda yang dapat digunakan untuk melukai diri sendiri. Tawarkan untuk menemani mereka di tempat yang mereka rasa nyaman dan aman seperti rumah meraka atau taman.

Self harm adalah gejala gangguan jiwa yang dapat disembuhkan
Self harm merupakan tindakan menyakiti diri sendiri, biasanya menyayat tangan, ini adalah gejala gangguan jiwa. Hal ini akan menjadi bahaya jika terus dibiarkan. Self harm ternyata menjadi salah satu gejala dan pertanda gangguan jiwa untuk mengontrol emosi, selain menyebabkan cedera fisik dan luka.

Self harm adalah masalah serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan yang tepat. Dengan memahami akar permasalahannya, memberikan dukungan yang tepat, dan mengarahkan mereka ke bantuan profesional, kita dapat membantu mereka keluar dari lingkaran self harm dan menuju pemulihan. Ingatlah, Anda tidak sendirian. Jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami self harm, jangan ragu untuk mencari bantuan. Ada banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu Anda.

* Mahasiswa Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

Artikel Relevan